Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trio Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika atas Upaya Mengungkap Rahasia Elektron

📅 Jumat, 06 Okt 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Trio Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika atas Upaya Mengungkap Rahasia Elektron Doc: The Conversation
Ket. Sketsa trio ilmuwan peraih Hadiah Nobel Fisika karena memelopori alat yang digunakan untuk mempelajari dunia elektron.

Amelle Zaïr, King's College London

Hadiah Nobel Fisika tahun 2023 telah diberikan kepada trio ilmuwan karena memelopori alat yang digunakan untuk mempelajari dunia elektron.

Elektron merupakan partikel sub-atom yang berperan dalam banyak fenomena yang kita lihat sehari-hari, mulai dari listrik hingga magnet. Tiga peraih Nobel bidang fisika tahun ini mendemonstrasikan cara menciptakan gelombang cahaya yang sangat pendek untuk menyelidiki proses yang melibatkan elektron.

Pierre Agostini dari The Ohio State University di Amerika Serikat (AS), Ferenc Krausz dari Max Planck Institute of Quantum Optics di Jerman dan Anne L'Huillier dari Universitas Lund di Swedia akan berbagi hadiah sebesar 11 juta kronor Swedia (£822,910 atau sekitar Rp15,5 miliar).

Perubahan elektron biasanya terjadi dalam sepersepuluh "attodetik (attosecond)", yaitu sepermiliar miliar detik. Untuk mempelajari kejadian sangat singkat seperti itu, diperlukan teknologi khusus.

Para pemenang telah mengembangkan metode eksperimental yang menghasilkan gelombang cahaya yang sangat pendek sehingga diukur dalam attodetik. Ini kemudian dapat digunakan untuk mempelajari dinamika elektron dalam materi fisik - sesuatu yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan.

Gelombang attodetik, kilatan cahaya terpendek yang pernah dihasilkan, memicu revolusi fotonik-ilmu tentang gelombang cahaya. Mereka digunakan untuk mengambil snapshot elektron dalam sistem fisik yang berbeda, seperti dalam atom, molekul kiral-molekul yang merupakan bayangan cermin satu sama lain-dan nanopartikel yang sangat kecil.

Semua pemenang telah berkontribusi untuk memungkinkan penyelidikan proses tersebut. Untuk pertama kalinya, gelombang cepat ini memungkinkan para ilmuwan menyesuaikan skala waktu pengamatan mereka dengan skala waktu alami dan sangat cepat saat terjadinya dinamika elektron.

Pencapaian ini memerlukan inovasi yang signifikan dalam sains dan teknik laser-inovasi yang telah dikerjakan oleh para peraih Nobel tahun ini selama beberapa dekade.



L'Huillier telah menemukan sebuah efek baru yang muncul akibat interaksi antara sinar laser dan atom dalam suatu gas. Interaksi ini dapat digunakan untuk menghasilkan gelombang sinar ultraviolet yang panjangnya masing-masing beberapa ratus attodetik.

Agostini dan Krausz mengembangkan penemuan ini lebih jauh lagi. Pada 2001, Agostini mampu menghasilkan gelombang cahaya pendek dan mengukur lebarnya.

Rangkaian ledakan yang dihasilkan menggunakan sesuatu yang disebut teknik RABBIT hanya berlangsung selama 250 attodetik.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Krausz telah mengembangkan pendekatan eksperimental yang berbeda, menggunakannya secara sukses untuk mengisolasi suatu gelombang cahaya yang berlangsung selama 650 attodetik.

Kedua pendekatan yang dikembangkan oleh Agostini dan Krausz menjadi dasar bagi banyak penelitian attosecond yang dilakukan saat ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.