Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rusia Klaim telah Berhasil Uji Coba Rudal Jelajah Bertenaga Nuklir

📅 Jumat, 06 Okt 2023, 14:23 WIB | Oleh:
Rusia Klaim telah Berhasil Uji Coba Rudal Jelajah Bertenaga Nuklir Doc: AP/Sputnik/Kremlin Pool/Grigory Sysoyev
Ket. Presiden Rusia Vladimir Putin saat berbicara di pertemuan tahunan Klub Diskusi Valdai di resor Laut Hitam Sochi, Rusia, Kamis, 5 Oktober 2023.

MOSKOW - Rusia telah berhasil menguji coba rudal jelajah bertenaga nuklir eksperimental, kata Presiden Vladimir Putin pada Kamis (5/10) , sekaligus memperingatkan bahwa parlemen negara itu dapat mencabut ratifikasi perjanjian larangan uji coba nuklir.

Diberitakan Assoctiated Press, dalam pidatonya di forum pakar kebijakan luar negeri, Putin mengumumkan Rusia telah secara efektif menyelesaikan pengembangan rudal jelajah Burevestnik dan rudal balistik antarbenua berat Sarmat dan akan berupaya memproduksinya.

"Kami berhasil melakukan uji coba terakhir rudal jelajah global bertenaga nuklir Burevestnik," katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut.Pernyataannya merupakan pengumuman pertama keberhasilan pengujian Burevestnik, yang diterjemahkan sebagai "Storm Petrel."Hal ini pertama kali disebutkan Putin pada 2018.

Sedikit yang diketahui tentang Burevestnik, yang diberi nama kode Skyfall oleh NATO, dan banyak pakar Barat yang skeptis terhadap hal tersebut, dan menyatakan bahwa mesin nuklir bisa jadi sangat tidak dapat diandalkan.

Rudal ini diyakini mampu membawa hulu ledak nuklir atau hulu ledak konvensional, dan berpotensi bertahan lebih lama dibandingkan rudal lainnya dan menempuh jarak lebih jauh berkat tenaga penggerak nuklir.

Ketika Putin pertama kali mengungkapkan Rusia sedang mengerjakan senjata tersebut dalam pidato kenegaraannya pada 2018, dia mengklaim senjata tersebut memiliki jangkauan yang tidak terbatas, sehingga memungkinkannya mengelilingi dunia tanpa terdeteksi oleh sistem pertahanan rudal.

Banyak pengamat yang masih skeptis berpendapat bahwa senjata semacam itu sulit untuk ditangani dan dapat menimbulkan ancaman lingkungan.AS dan Uni Soviet mengerjakan mesin roket bertenaga nuklir selama Perang Dingin, namun mereka akhirnya menunda proyek tersebut karena menganggapnya terlalu berbahaya.

Burevestnik dilaporkan mengalami ledakan pada Agustus 2019 saat melakukan uji coba di pangkalan angkatan laut Rusia di Laut Putih. Peristiwa itu menewaskan lima insinyur nuklir dan dua prajurit serta mengakibatkan lonjakan singkat radioaktivitas yang memicu ketakutan di kota terdekat.

Pejabat Rusia tidak pernah mengidentifikasi senjata yang terlibat dalam ledakan itu, namun AS mengatakan itu adalah Burevestnik.

Rusia dilaporkan telah menggunakan kepulauan Arktik Novaya Zemlya tempat Uni Soviet terakhir kali menguji senjata nuklir, untuk membangun fasilitas pengujian Burevestnik.

Dalam pidatonya, Putin mencatat bahwa Amerika Serikat telah menandatangani namun belum meratifikasi Larangan Uji Coba Nuklir Komprehensif tahun 1996. Sementara Rusia telah menandatangani dan meratifikasinya.Dia berargumen Rusia bisa "meniru pendirian yang diambil AS".

"Secara teoritis, kami dapat mencabut ratifikasi tersebut,"kata dia.

Pernyataan Putin muncul di tengah kekhawatiran bahwa Rusia akan melanjutkan uji coba nuklirnya untuk mencoba mencegah negara-negara Barat memberikan dukungan militer kepada Ukraina setelah Kremlin mengirim pasukan ke negara tersebut.Banyak tokoh oposisi Rusia yang mendukung dimulainya kembali uji coba tersebut.

Putin mengatakan meskipun beberapa ahli telah berbicara tentang perlunya uji coba nuklir, dia belum memberikan pendapat mengenai masalah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.