Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Rekomendasikan Pemberian Vaksin Kedua untuk Atasi Malaria

📅 Rabu, 04 Okt 2023, 00:42 WIB | Oleh:
WHO Rekomendasikan Pemberian Vaksin Kedua untuk Atasi Malaria Doc: YASUYOSHI CHIBA / AFP
Ket. Vaksin malaria yang dikembangkan Universitas Oxford di Inggris, akan diluncurkan di beberapa negara Afrika pada awal 2024 dan tersedia pada pertengahan 2024 di negara-negara lain.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), pada Senin (2/10), merekomendasikan pemberian vaksin kedua malaria untuk mengatasi penyakit mematikan yang ditularkan ke manusia melalui nyamuk itu.

"Hampir tepat dua tahun lalu, WHO merekomendasikan penggunaan luas vaksin malaria pertama di dunia yang disebut RTS,S," kata Direktur Jendral WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam sebuah pengarahan di Jenewa.

"Hari ini, saya sangat senang mengumumkan bahwa WHO merekomendasikan vaksin kedua yang disebut R21/Matrix-M untuk mencegah malaria pada anak-anak yang berisiko terkena penyakit ini," ujarnya.

Dikutip dari The Straits Times, Tedros menjelaskan R21/Matrix-M, yang dikembangkan oleh Universitas Oxford di Inggris, akan tersedia di berbagai negara pada pertengahan tahun 2024, seraya menambahkan bahwa satu dosis akan berharga antara dua dollar AS dan empat dollar AS.

"WHO kini sedang meninjau vaksin untuk prakualifikasi, yang merupakan stempel persetujuan WHO, dan akan memungkinkan GAVI (aliansi vaksin global) dan UNICEF untuk membeli vaksin dari produsen," kata Tedros.

R21/Matrix-M diproduksi massal oleh Serum Institute of India dan menggunakan bahan pembantu Matrix M Novavax.

Tingkatkan Produksi

CEO Serum Institute of India, Adar Poonawalla, mengatakan pihaknya telah memproduksi lebih dari 20 juta dosis untuk mengantisipasi rekomendasi WHO. "Kami akan meningkatkannya sesuai dengan kebutuhan permintaan," katanya kepada Reuters.

"Kami berharap pada akhir tahun 2024, tidak akan ada lagi ketidaksesuaian antara permintaan dan pasokan, dengan pasokan kami yang masuk ke dalam sistem," kata Poonawalla.

Vaksin ini akan bersaing dengan RTS,S yang diproduksi oleh GSK, yang direkomendasikan oleh badan PBB pada 2021 dan dijual dengan merek Mosquirix.

WHO mengatakan kedua vaksin tersebut menunjukkan kemanjuran serupa dalam uji coba terpisah, namun karena belum ada uji coba langsung maka tidak ada bukti yang menunjukkan apakah salah satu vaksin memiliki kinerja yang lebih baik.

Badan ini menyerahkan kepada negara-negara untuk memutuskan produk mana yang akan mereka gunakan berdasarkan berbagai faktor, termasuk keterjangkauan dan pasokan.

"GSK selalu menyadari perlunya vaksin malaria kedua, namun semakin jelas bahwa RTS,S, vaksin malaria pertama dan vaksin pertama melawan parasit manusia, menjadi tolok ukur yang kuat," kata GSK dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan tersebut menambahkan lebih dari 1,7 juta anak di Ghana, Kenya, dan Malawi telah menerima setidaknya satu dosis suntikan dan vaksin tersebut akan didistribusikan ke sembilan negara endemis malaria mulai awal tahun depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.