Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Kualitas SDM, Kepala BKKBN Harap PKH Bantu Atasi Stunting

📅 Rabu, 04 Okt 2023, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Kualitas SDM, Kepala BKKBN Harap PKH Bantu Atasi Stunting Doc: ANTARA/Suriani Mappong
Ket. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (tengah) usai mengukuhkan Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar (kiri) sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) disaksikan Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Shodiqin (kanan) di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa (3/10/2023) malam.

Makassar- Tingkatkan kualitas SDM, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo berharap dana Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial dapat membantu secara nasional mengatasi persoalan stunting.

"Dana PKH itu cukup besar secara nasional ada Rp20 triliun untuk 'stage'-nya di pusat itu untuk stunting," kata dia setelah peluncuran aplikasi Inzting dan pengukuhan Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di Makassar, Selasa malam.

Dia mengatakan dana PKH itu besar melebihi dana yang lain dari kementerian lainnya, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Dia mengatakan PKH yang diterima sekitar Rp500 ribu per kelompok penerima manfaat (KPM) dapat untuk pembelian kebutuhan konsumsi lokal, untuk mengoreksi stunting.

"Jadi dana PKH-nya itu disalurkan utamakanlah keluarga yang berisiko Stunting," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, dia juga berharap, keterlibatan pihak swasta untuk membantu mengatasi persoalan stunting di masing-masing kabupaten/kota di Sulsel.

Sebagai gambaran di Kalimantan Selatan, pengusaha batubara semua menjadi BAAS, sehingga ada suatu daerah yang angka stuntingmenurun 10 persen di wilayah itu di mana perusahaan batubara menutupi kebutuhan 10.000 anak.

Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar mengatakan pihaknya bertekad menurunkan angka prevalensi stunting menjadi 0 (nol) persen.

"Tugas saya menjalankan perintah Presiden dan membantu menjalankan program nasional di lapangan," katanya.

Selain itu, mengupayakan untuk menggunakan satu data karena selama ini terdapat perbedaan acuan referensi dari satu lembaga dengan lembaga lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.