Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kinerja, Wapres Harap Pemprov Tingkatkan Inovasi Entaskan Kabupaten Tertinggal

📅 Rabu, 04 Okt 2023, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kinerja, Wapres Harap Pemprov Tingkatkan Inovasi Entaskan Kabupaten Tertinggal Doc: ANTARA/Kristina Natalia
Ket. Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan kepada jurnalis terkait pengentasan daerah tertinggal usai membuka Rakornas percepatan pembangunan daerah tertinggal berlangsung di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (3/10/2023).

Palu - Perkuat kinerja, Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berharap Pemerintah Provinsi melakukan upaya-upaya konkret yang inovatif dalam mewujudkan percepatan pengentasan kabupaten tertinggal.

"Pengentasan daerah tertinggal sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kabupaten yang masih tertinggal, baik dari aspek ekonomi sumber daya manusia (SDM) maupun sarana dan prasarana dasar," kata Ma'ruf saat membuka rapat koordinasi nasional percepatan pembangunan daerah tertinggal di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa.

Ia menjelaskanpada tahun 2020, ditetapkan 62 kabupaten sebagai daerah tertinggal dan ini menjadi acuan bagi pemerintah supaya fokus memberikan perhatian khusus selama periode 2020-2024.

Oleh karena itu, kementerian dan lembaga yang terlibat dalam upaya pengentasan kabupaten tertinggal diminta terus melakukan percepatan, berkolaborasi dengan para pihak, termasuk pemerintah provinsi.

"Upaya ini sejalan dengan visi Indonesia emas 2045, yaitu menjadi bangsa maju dan sejahtera disertai dengan generasi produktif berkualitas serta mampu bersaing dengan bangsa maju lainnya," ujarnya.

Menuju visi tersebut, katanya, isi pemerataan pembangunan kewilayahan, penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem serta percepatan di wilayah tertinggal terdepan dan terluar (3T) menjadi fokus pemerintah saat ini.

Menurut data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) sejak 2004 hingga 2019 telah mengentaskan 182 kabupaten tertinggal, dan ditargetkan pada periode 2020 hingga 2024 ada 25 kabupaten terentaskan.

Dengan langkah-langkah percepatan ini, tahun depan masih tersisa 37 daerah tertinggal untuk dilakukan pengerasan.

"Saya mengapresiasi kerja Pemprov Sulawesi Tengahmampu mengentaskan tiga kabupaten yang tersisa, yakni Kabupaten Sigi, Donggala dan Tojo Una-una. Terentaskannya tiga daerah tersebut, Sulawesi Tengah telah terlepas dari kategori daerah tertinggal," ucap Ma'ruf.

Iaberpesan bagi provinsi lain yang sudah bebas dari daerah tertinggal supaya mempertahankan predikat itu, sebab hal ini bukan hanya menyangkut ketertinggalan, tetapi juga bersinggungan dengan kemiskinan.

"Keseriusan Pemda Sulteng supaya diikuti pemerintah provinsi lainnya yang masih memiliki daerah tertinggal," kata Wapres.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.