Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Forestry Update Course' Diresmikan di Depan Sekitar 2000 Mahasiswa Kehutanan

📅 Rabu, 04 Okt 2023, 18:17 WIB | Oleh:
“Forestry Update Course' Diresmikan di Depan Sekitar 2000 Mahasiswa Kehutanan Doc: Istimewa
Ket. Peresmian Forestry Update Course (FUCo) di depan sekitar 2000 mahasiswa kehutanan seluruh Indonesia, Rabu (4/10).

JAKARTA - Menteri LHK Siti Nurbaya, Kepala BRGM Hartono, Ketua Foretika Naresworo Nugroho, dan Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara bersama meresmikan/kick off Forestry Update Course (FUCo) di depan sekitar 2000 mahasiswa kehutanan seluruh Indonesia, Rabu (4/10).

Pada peresmian yang dilakukan di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta tersebut, Menteri Siti memberikan kuliah perdana Forestry Update Course (FUCo) untuk semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 dengan judul Kehutanan dan Lingkungan Hidup Indonesia dalam Perspektif Global/Internasional.

Menurut siaran persnya, kuliah umum FUCo merupakan pengintegrasian kebijakan-kebijakan LHK ke dalam pembelajaran kurikulum merdeka belajar pada prodi kehutanan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan yang diinisiasi KLHK dan FOReTIKA ini merupakan tindak lanjut dari hasil lokakarya nasional implementasi merdeka belajar dan kampus merdeka perguruan tinggi kehutanan di Indonesia pada tanggal 16 Juni 2023 di Medan, Sumatera Utara.

"Inilah pijak perjalanan kita untuk memperbaiki Indonesia yang katanya alamnya kaya, dari dulu bilang alamnya kaya, alamnya kaya, alamnya kaya, tapi terus apa? itu sebetulnya yang kita butuhkan sekarang," tegas Menteri Siti.

Menteri Siti juga mengungkapkan dengan FUCo, SDM Indonesia terutama para akademisi bisa write what you do, do what you write.

Dengan mengikuti kuliah umum di FUCo, ia mengharapkan para mahasiswa kehutanan Indonesia akan mendapatkan update informasi, serta dapat memberikan catatan-catatan objektif konstruktif untuk kemajuan pembangunan kehutanan dan lingkungan di Indonesia.

"Boleh nggak FUCo Ini dijadikan standar terus-menerus dan bisa dilembagakan bisa terus dilakukan ada nilai kreditnya, ada nilai buat mahasiswanya, dan juga ada reward untuk mahasiswanya dengan mendapatkan selain pengetahuan praktikum dan lain-lain," ujarnya

Menteri Siti siap untuk menugaskan para Dirjen yang relevan dengan sektor kehutanan untuk bisa menerima mahasiswa kehutanan untuk praktikum ataupun magang bersama-sama, agar mahasiswa bisa terus belajar dari berbagai sumber yang menjawab harapan dari DIKTI Kemendikbud atas konsep merdeka belajar.

Sejalan dengan hal tersebut Ketua Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA) Naresworo Nugroho, yang sekaligus Dekan Fakultas Kehutanan IPB, mengungkap jika perkembangan terkini sangat penting untuk dapat dipahami masyarakat luas, terlebih oleh dunia akademisi.

Ia mencontohkan Program FOLU Net Sink 2030 yang perlu mendapatkan dukungan luas dari stakeholder sektor kehutanan dan lingkungan tidak terkecuali akademisi karena merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam rangka mengurangi emisi gas rumah kaca, mengendalikan perubahan iklim yang terjadi serta dampaknya.

"Dinamika perkembangan kebijakan kehutanan perlu diketahui oleh semua pihak tidak terkecuali kalangan akademisi sebagai lembaga yang bertugas menghasilkan rumusan dan IPTEK bidang kehutanan. Oleh karenanya sosialisasi kebijakan dan teknis pengelolaan hutan dan kehutanan terbaru sangat penting untuk dilakukan ke lingkungan kampus dan menjadi salah satu pilihan mempercepat terjadinya kesamaan persepsi dan pemahaman," tuturnya.

Tujuan umum FUCo untuk penyelenggaraan kuliah umum tentang kebijakan dan isu kehutanan terkini untuk mahasiswa prodi kehutanan di Perguruan Tinggi anggota Foretika sebanyak 62 prodi kehutanan seluruh Indonesia dan menghadirkan pengajar dari berbagai kalangan sebagai narasumbernya.

Kuliah umum ini diharapkan dapat bermanfaat guna:

  1. Pembaharuan pengetahuan mahasiswa maupun dosen tentang isu kebijakan dan praktik pengelolaan hutan dan kehutanan terkini
  2. Menjadi jembatan antara kebutuhan pengguna dan kompetensi lulusan kehutanan
  3. Menjadi pendorong terjadi pembaharuan dan penyesuaian pengembangan iptek bidang kehutanan yang mengantisipasi kebutuhan di lapangan
  4. Mendorong terjadinya keselarasan pengetahuan antara kampus, akademisi, dengan regulasi maupun industri, praktisi, media, dan lembaga masyarakat madani di bidang kehutanan.

Secara series akan dilaksanakan kegiatan kuliah umum sebanyak kurang lebih 14 kali pertemuan dengan 14 tema berbeda yaitu:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.