Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Pelanggaran, ASN Harus Netral di Tahun Politik

📅 Rabu, 04 Okt 2023, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Pelanggaran, ASN Harus Netral di Tahun Politik Doc: ANTARA/Arnas Padda
Ket. ARSIP- Kegiatan deklarasi netralitas ASN.

Samarinda - Cegah pelanggaran, anggota Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur Galeh Akbar Tanjung mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga netralitas di tahun politik.

"ASN harus fokus pada pelayanan publik dan tidak terlibat dalam kegiatan politik yang dapat merugikan kepentingan negara," ujar Galeh di Samarinda, Selasa.

Ia mengatakan, Bawaslu RI telah merilis indeks kerawanan pemilu yang menempatkan Kalimantan Timur di urutan keenam dari seluruh provinsi di Indonesia. Indeks ini berdasarkan data pemilu dan pilkada sebelumnya pada tahun 2018.

"Kami menemukan beberapa ASN yang dianggap tidak netral dalam pemilu dan pilkada. Jumlahnya lumayan banyak di tingkat provinsi dan kabupaten kota," ucap Galeh.

Menurutnya ada beberapa faktor yang menyebabkan ASN tidak netral, antara lain sebagian ASN menduduki jabatan politik yang membutuhkan dukungan dari partai politik atau kepala daerah.

Kemudian, sebagian ASN menjadi anggota partai politik yang ingin mendapatkan perhatian atau posisi strategis dari kepala daerah. Selain itu juga ada beberapa ASN melampaui batas dalam berinteraksi dengan partai politik, seperti memasang spanduk, baliho, atau ikut serta dalam kegiatan kampanye.

Galeh mencontohkan, baru-baru ini Bawaslu Kaltim melakukan supervisi di Balikpapan dan menemukan ada lurah yang menerima bantuan dari partai politik.

"Tidak ada masalah menerima bantuan, tapi dari pihak yang tidak ada kepentingan politik. Ketika ada kepentingan politik dan di situ lurah, maka mau tidak mau ini masuk ranah netralitas," kata Galeh.

Galeh menambahkan, lurah dan kepala desa termasuk ASN yang berpengaruh di lingkungan masyarakat. Mereka dianggap sebagai tokoh yang harus menjadi panutan bagi masyarakat.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang membatasi ruang gerak ASN agar fokus pada pelayanan publik dan tidak terpengaruh oleh politik.

"Persoalan pilihan politiknya, hanya ASN itu sendiri dan Tuhan yang tahu, orang lain tidak perlu tahu. Maka di tahun politik ini mereka tidak boleh terlibat aktif sehingga menjadi tidak netral," tegas Galeh.

Dikemukakannya Bawaslu Kaltim telah melakukan sosialisasi dan pertemuan langsung dengan BKD Provinsi Kalimantan Timur dan seluruh kabupaten kota sejak tahun 2022. Ia yakin seluruh ASN memahami aturan bahwa mereka harus netral.

"Namun jika kami menemukan pelanggaran netralitas ASN, kami akan meneruskan laporan ke Komisi ASN dan komisi tersebut yang memberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Galeh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.