Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Superbenua Akan Terbentuk Lagi di Masa Depan

📅 Selasa, 03 Okt 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Superbenua Akan Terbentuk Lagi di Masa Depan Doc: NASA

Benua "Super Pangea" terpecah menjadi tujuh seperti saat ini. Pada 250 juta tahun yang akan datang diperkirakan akan muncul superbenua baru yang disebut dengan "Pangea Ultima".

Daratan di Bumi secara teoritis mengalami evolusi. Sebelum memiliki benua-benua yang terpecah-pecah seperti sekarang ini, dulunya adalah berupa benua besar yang memiliki ukuran super yang disebut superbenua menurut Alfred Wegener.

Dalam laporan yang berjudul Asal Usul Benua dan Lautan (Die Entstehung der Kontinente und Ozeane), Wegener memaparkan bahwa pada zaman Mesozoikum (300 juta tahun yang lalu), semua benua yang ada saat ini pernah menyatu menjadi satu daratan sebagai supercontinent yang dinamakan Pangea.

Kata Pangea berasal dari bahasa Yunani pan yang berarti semua, dan gaia yang berarti Bumi. Superbenua ini kemudian secara perlahan pecah menjadi tujuh bagian seperti yang dikenal sekarang ini. Teorinya dibuktikan dengan adanya kesamaan bentuk garis pantai misalnya antara Amerika Selatan bagian Timur dan Afrika Barat.

Untuk membuktikan hipotesisnya ini benar, Alfred Wegener kemudian melakukan penelitian lebih dalam untuk menemukan bukti geologi dan paleontologis untuk menopang teorinya. Hasil penelitiannya sudah terangkum dalam beberapa fakta adanya kesamaan relevansi fosil, pegunungan yang identik, penemuan fosil.

Teori tentang superbenua yang dikemukakan oleh Wegener pada 1912 itu kini berlanjut. Diperkirakan pada 250 juta tahun yang akan datang, akan muncul superbenua baru yang disebut dengan Pangea Ultima. Kemunculannya superbenua baru nantinya akan dapat menyebabkan sebagian besar permukaan Bumi (92 persen) tidak dapat dihuni oleh mamalia.

Daratan planet ini diperkirakan akan membentuk superbenua, sehingga mendorong aktivitas vulkanisme dan peningkatan kadar karbon dioksida yang akan menyebabkan sebagian besar daratannya tandus.

"Tampaknya kehidupan akan lebih sulit di masa depan," kata ahli geologi di Pusat Penelitian Geosains GFZ Jerman di Potsdam, Hannah Davies. "Agak menyedihkan," ungkap dia menanggapi teorinya itu seperti dikutip dari Scientific American.

Menurut Davies, saat ini Bumi diperkirakan sedang berada di tengah-tengah siklus superbenua seiring dengan pergeseran benua-benua yang ada saat ini. Dalam paparannya di jurnal Nature Geoscience pada 25 September 2023, ia pun memodelkan iklim superbenua baru.

Alexander Farnsworth dari Universitas Bristol, Inggris, dan rekan-rekannya menemukan bahwa sebagian besar Pangea Ultima akan mengalami suhu lebih tinggi dari 40 derajat Celsius. Pada kondisi ini Bumi tidak dapat dihuni oleh mamalia.

"Saat benua-benua tersebut bergabung dan kemudian menjauh, benua-benua tersebut akan mendorong aktivitas vulkanik yang memuntahkan sejumlah besar CO2 ke atmosfer, dan hal ini akan memanaskan planet kita," kata Farnsworth.

Daerah di tengah superbenua, jauh dari lautan, akan berubah menjadi gurun yang tidak dapat ditinggali yang diharapkan terdapat mamalia yang sangat terspesialisasi," kata Farnsworth. Kurangnya kelembaban juga akan mengurangi jumlah silika yang terbawa ke lautan, yang biasanya menghilangkan CO2 dari atmosfer.

Kepunahan Massal

Peningkatan radiasi matahari akan menyebabkan pemanasan lebih lanjut. Matahari diperkirakan 2,5 persen lebih terang pada saat pembentukan Pangea Ultima, akibat matahari membakar lebih banyak bahan bakar hidrogen dan menyusutkan intinya, sehingga meningkatkan laju fusi nuklirnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.