Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Krisis Air Bersih Tangerang Meluas

📅 Selasa, 03 Okt 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Krisis Air Bersih Tangerang Meluas Doc: Antara
Ket. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat.

TANGERANG - Bencana kekeringan di Kabupaten Tangerang terus meluas. Kalau sebelumnya di satu desa sekitar 100 KK, sekarang mencapai 200 KK yang krisis air bersih, sedangkan jumlah wilayah yang kekeringan mencapai 12 kecamatan.

Demikian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, Senin (2/10). Dia menyebutkan bahwa masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih di 12 kecamatan terus meluas seiring dengan musim kemarau panjang sebagai dampak El Nino.

Menurut dia, berdasarkan data dari 12 wilayah kecamatan yang sudah mengalami krisis air bersih itu, dalam satu desanya di lingkup kecamatan sampai 200 kepala keluarga (KK). Sehingga, jika ditotal secara keseluruhan, warga yang terdampak mencapai 2.000 sampai 3.000 KK.

"Itu terlihat dari peningkatan permintaan air bersih secara intens per harinya ke BPBD. Dalam satu hari itu kita bisa kirim 10 tangki air ke warga," ujarnya.

Dia menyatakan kondisi kemarau dan kekeringan akibat fenomena EL Nino ini menurut prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berlangsung September-November 2023.

BPBD Kabupaten Tangerang, kata dia, mengoptimalkan pendistribusian air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan tersebut. "Kita sekarang tetap laksanakan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang. Kita dibantu PDAM, PMI, dan instansi terkait lainnya," katanya.

Ujat mengungkapkan untuk wilayah yang saat ini menjadi perhatian lebih dalam kekurangan air bersih, yakni Kecamatan Tigaraksa, Curug, Legok, Kronjo, dan Pakuhaji. Dia juga menambahkan, seiring meluasnya daerah yang terdampak kekeringan tersebut maka BPBD akan memperpanjang status tanggap darurat bencana kekeringan.

Diperpanjang

Melihat kondisi tersebut, Ujat menandaskan akan memperpanjang masa status darurat bencana kekeringan seiring kondisi krisis air bersih terus meluas.

"Iya, nanti kita rencana mau perpanjang, tapi nunggu surat dari Pj Bupati Tangerang dulu untuk bisa diperpanjang itu," jelasnya.

Ujat mengungkapkan perpanjangan status ini berdasarkan hasil evaluasi terhadap kondisi serta penanganan kekeringan dengan mengamati beberapa elemen indikator, di antaranya peningkatan jumlah jiwa serta luas lahan pertanian terdampak bencana.

Selain itu dalam hal kedaruratan ini juga dilihat dari hasil peningkatan pendistribusian air bersih kepada masyarakat terlambat bencana, ditambah faktor potensi kenaikan harga bahan pokok sebagai dampak kekeringan masuk dalam perhitungan status tanggap darurat.

"Rencana perpanjangan ini kita akan berlakukan selama 14 hari ke depan di bulan Oktober 2023," katanya.

Untuk Kota Tangerang, warga diminta merespons potensi bencana kekeringan. Respons khususnya diminta dari ASN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.