Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Ungkap Cara Sel Distribusikan Kolesterol Penyebab Demensia

📅 Selasa, 03 Okt 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Ilmuwan Ungkap Cara Sel Distribusikan Kolesterol Penyebab Demensia Doc: NTU SINGAPORE
Ket. Peneliti dari Fakultas Kedokteran Lee Kong Chian NTU, Tomoki Naito (kiri) dan Yasunori Saheki menunjukkan perubahan distribusi kolesterol dalam sel.

SINGAPURA - Kolesterol memiliki reputasi buruk, namun zat lemak dan lilin ini dibutuhkan untuk membangun sel, memproduksi hormon, dan meningkatkan kesehatan otak. Faktanya, otak adalah organ tubuh yang paling kaya kolesterol, mengandung 20 persen zat tersebut.

Namun, sedikit yang dipahami tentang bagaimana sel-sel seperti neuron mengandung jumlah kebutuhan kolesterol yang tepat. Distribusi kolesterol yang tidak normal di sel-sel saraf telah dikaitkan dengan penyakit Alzheimer dan bentuk demensia lainnya.

Dikutip dari The Straits Times, selama tiga tahun mengamati sel melalui mikroskop, empat ilmuwan dari Fakultas Kedokteran Lee Kong Chian di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, telah menemukan tiga protein utama dan mekanismenya yang mengontrol jumlah kolesterol dan pergerakannya di dalam sel.

Mereka menduga protein-protein ini mungkin tidak berkomunikasi sebagaimana mestinya bagi orang-orang yang menderita penyakit jantung atau demensia. Beberapa protein mungkin hilang atau berlebih, misalnya.

"Penelitian ini memiliki implikasi dalam memahami perkembangan gangguan neuro-degeneratif dan penyakit kardiovaskular, yang sangat terkait dengan distribusi kolesterol yang tidak normal," kata pemimpin studi tersebut, Yasunori Saheki.

Diteliti Lebih Lanjut

Dia berharap protein tersebut dapat diteliti lebih lanjut dan digunakan dalam terapi masa depan terhadap penyakit-penyakit tersebut.

"Misalnya, jika para ilmuwan dapat mendeteksi protein yang rusak sebelum mempengaruhi kolesterol dalam neuron, mereka dapat mencari solusi yang ditargetkan untuk memulihkan fungsi protein tersebut," ujarnya.

Saheki, yang berspesialisasi dalam biologi sel dan ilmu saraf, mencatat saat ini belum ada obat untuk Alzheimer atau biomarker yang baik untuk memprediksi penyakit itu.

Pola makan tinggi kolesterol meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, yang pada akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Di antara orang-orang dengan kolesterol tinggi, sebagian kecil dari mereka tidak dapat bereaksi dengan baik terhadap obat penurun kolesterol karena mereka kekurangan reseptor yang memungkinkan sel untuk menyerap zat tersebut.

Para peneliti menggunakan probe atau sensor kolesterol berbasis protein untuk memvisualisasikan distribusi kolesterol dalam sel. Dengan melakukan hal ini, mereka mengidentifikasi tiga protein, yang disebut ORP9, OSBP dan GRAMD1, dan mengamati bahwa protein-protein ini mengontrol distribusi kolesterol dalam sel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
KAI: Kunjungan Wisatawan La...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.