Hadapi Perubahan Iklim, Indonesia Perlu Perkuat Diplomasi Air
📅 Selasa, 03 Okt 2023, 10:49 WIB | Oleh: Tim PenulisJika ingin menjadi negara maju, Indonesia harus mampu menemukan spesialisasi dan nilai strategis Indonesia dalam sektor air di tingkat kawasan.
Apalagi, Badan Meteorologi Dunia meramalkan pada 2050, ada lima miliar orang yang mengalami krisis air.
Indonesia dapat mencontoh kerja sama negara-negara di Afrika seperti Chad, Kamerun, Niger, dan Nigeria bersama Bank Dunia serta organisasi donor lainnya untuk meningkatkan pengelolaan air di sekitar danau Chad.
Untuk mencapai posisi strategis dalam diplomasi air global, Indonesia perlu lebih banyak meningkatkan kemampuannya. Salah satu caranya dengan mengirimkan peneliti dan pemangku kebijakan dalam lembaga-lembaga global terkait sektor air seperti Global Water Partnership (GWP), Water Hub, dan lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun ini Indonesia bersama PBB meluncurkan Water Scarcity Program sebagai sarana berbagi informasi solusi mengatasi masalah kelangkaan air di negara-negara Asia Pasifik. Meski masih kurang berpengalaman membuat rencana aksi lintas lembaga, Indonesia masih dapat memanfaatkan inisiatif ini untuk mempertemukan potensi-potensi pengelolaan air berkelanjutan dari tingkat akar rumput.
Kepemimpinan dalam Forum Air Dunia juga menjadi kesempatan Indonesia untuk berbenah. Negeri ini jangan sampai hanya menjadi pasar industri air saja, yang lebih banyak menyasar lokasi konsumen berpendapatan menengah ke atas.
Indonesia juga harus memastikan keadilan akses air bagi masyarakat miskin dengan menghindari pendekatan yang berisiko menghambat mereka keluar dari kemiskinan. Contoh pendekatan berisiko adalah bantuan kredit mikro air minum dan sanitasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perubahan iklim membuat risiko kelangkaan air semakin meningkat. Indonesia dan dunia harus menghadapinya dengan program-program yang menjamin keadilan akses air bagi seluruh masyarakat.![]()
Dewa Ayu Putu Eva Wishanti, Dosen Hubungan Internasional, Universitas Brawijaya
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!