Hadapi Perubahan Iklim, Indonesia Perlu Perkuat Diplomasi Air
📅 Selasa, 03 Okt 2023, 10:49 WIB | Oleh: Tim PenulisApa yang bisa dilakukan Indonesia?
Indonesia akan menjadi tuan rumah Forum Air Dunia atau World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali pada 18 - 24 Mei 2024. Forum ini diadakan untuk menjembatani kerja sama di sektor air dan sanitasi dalam jangka panjang, terutama untuk menghubungkan para pemangku kepentingan.
Forum ini sebenarnya dapat menjadi kesempatan Indonesia untuk memupuk diplomasi air.
Saat ini memang belum banyak yang bisa Indonesia lakukan untuk melakukan diplomasi air lebih jauh. Misalnya mendorong inovasi dan kebijakan baru terkait sumber daya air di tingkat regional atau pun global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini disebabkan Indonesia masih bergumul dengan berbagai masalah pemenuhan akses air dan sanitasi yang terjangkau. Masalah hidro-meteorologi (terkait unsur air di atmosfer) akibat perubahan iklim juga makin mendominasi jenis bencana di Indonesia.
Faktor lainnya: diplomasi lingkungan Indonesia masih belum banyak berkutat seputar air. Pemerintah belakangan ini masih berfokus pada isu pengurangan emisi karbon, deforestasi, dan transisi energi. Akibatnya, Indonesia bisa sulit mendapatkan kredibilitas sebagai penyelenggara, apa lagi untuk menghasilkan kesepakatan.
Kendati demikian, dalam Forum Air Dunia tahun depan, Indonesia masih bisa berperan sebagai pemberi sistem dukungan untuk pembuatan kebijakan di baik tingkat global maupun mendapatkan legitimasi di tingkat domestik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia dapat mengolaborasikan data baru soal akses air dan permasalahan sosial terkait ketersediaan dan kebencanaan terkait air. Banyak aktivitas dari periset dalam negeri yang memanfaatkan sistem informasi geografis (GIS) untuk menghitung neraca air di dalam suatu daerah aliran sungai. Ada pula pengembangan simulasi keterhubungan air dengan isu lain, contohnya pangan dan energi, dalam Sim4Nexus yang dilakukan Uni Eropa.
Keterhubungan antarsektor air penting agar solusi yang dihasilkan tidak sektoral dan hanya mengutamakan solusi teknologi atau keuangan saja, tapi juga menyentuh aspek tata kelola dan regulasi.
Dalam pertengahan Oktober nanti, Indonesia bersama Dewan Air Dunia juga akan mengadakan pertemuan konsultasi bersama pemangku kepentingan seperti investor, pemerintah daerah, dan juga komunitas sebagai salah satu pra-acara Forum Air Dunia.
Akan sangat baik jika Indonesia berfokus pada pelembagaan berbagai inisiatif terkait sumber daya air yang ada di masyarakat, kemudian melibatkan mereka dalam proses pembuatan kebijakan. Salah satu contoh inisiatif ini adalah kelompok irigasi tradisional yang dibentuk masyarakat Ciptagelar di Jawa Barat, dan komunitas-komunitas lainnya.
Selain memperkuat kesahihan strategi diplomasi, pelibatan masyarakat juga patut dilakukan memastikan bahwa investasi dan sumber daya air juga memihak penduduk berpendapatan menengah ke bawah. Pasalnya, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tarif air di Indonesia tidak memihak masyarakat dengan daya beli rendah. Hal ini akan melemahkan posisi Indonesia dalam capaian hak asasi manusia atas air.
Langkah jangka panjang
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!