Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

GOTO Dapat Suntikan Modal Rp2,3 Triliun dari IFC

📅 Selasa, 03 Okt 2023, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
GOTO Dapat Suntikan Modal Rp2,3 Triliun dari IFC Doc: ANTARA/HO/GoTo
Ket. Logo perusahaan GoTo.

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mendapatkan suntikan investasi senilai 150 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp2,3 triliun dari International Finance Corporation (IFC).

"Investasi tersebut meliputi sebesar 125 juta dolar AS dari IFC dan 25 juta dollar AS dari firma investasi privat Franke & Company, Inc," sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (3/10).

Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo mengatakan kolaborasi tersebut merupakan komitmen bersama untuk memperluas manfaat ekonomi digital dan menjawab tantangan perubahan iklim.

"Kami bangga dapat bermitra dengan IFC, yang merupakan pemimpin di bidang pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan bersama kedua belah pihak untuk mewujudkan dampak signifikan bagi masyarakat dan bumi," ujar Patrick.

GOTO akan menerima investasi melalui penerbitan saham baru dalam rangka Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), serta penerbitan surat utang terstruktur kepada Bhinneka Holdings (22) Limited, suatu entitas independen, yang secara bersamaan menerbitkan obligasi bersifat ekuitas kepada IFC dan Franke & Company, Inc, dengan nilai 150 juta dolar AS.

Obligasi bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh Bhinneka Holdings (22) Limited tersebut dapat ditukarkan dengan saham Seri A perseroan yang akan diambil bagian olehnya pada harga penukaran Rp135, yang merefleksikan nilai premium sebesar 50 persen dari harga rata-rata tertimbang saham perseroan pada satu bulan terakhir, yang mencakup tanggal 2 Oktober 2023, atau satu hari bursa sebelum diterbitkannya pengumuman.

Obligasi bersifat ekuitas tersebut memiliki tingkat kupon 5 persen per tahun yang dibayarkan dua kali dalam satu tahun, dan akan jatuh tempo pada Oktober 2028.

"Kemitraan ini akan memberikan dukungan lebih lanjut bagi bisnis GoTo seiring langkah kami menjawab kebutuhan para pengguna, termasuk konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang, untuk memenuhi kebutuhan dan mewujudkan cita-cita mereka," ujar Patrick.

Dia menyebutkan kemitraan tersebut juga mencakup komponen non-finansial untuk mendukung perseroan dalam transisi para mitra pengemudi menuju penggunaan kendaraan listrik, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengintegrasikan berbagai praktik bisnis berkelanjutan untuk mewujudkan bisnis netral karbon.

"Dana yang dihimpun oleh perseroan dari PMTHMETD tersebut, akan dimanfaatkan untuk modal kerja perseroan dan anak-anak perusahaannya," ujar Patrick.

Citigroup Global Markets Limited dan Goldman Sachs (Singapore) Pte. bersama- sama bertindak sebagai bank penempatan (joint placing agent) untuk penerbitan obligasi bersifat ekuitas yang diterbitkan oleh Bhinneka Holdings (22) Limited kepada investor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.