Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan, Dinkes Mencatat 20 Orang Warga Cianjur Keracunan Makanan

📅 Senin, 02 Okt 2023, 05:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, Dinkes Mencatat 20 Orang Warga Cianjur Keracunan Makanan Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Warga Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendapat pertolongan medis setelah mengalami keracunan masal usai menyantap nasi kotak, Minggu (1/10/2023).

Cianjur - Mengagetkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat 20 orang warga yang mengalami keracunan makanan setelah menyantap nasi kotak yang dibagikan saat kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Minggu (1/10/2023) sudah mendapat penanganan medis.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur, Frida Layla Yahya saat dihubungi di Cianjur, Minggu, mengatakan data dari sementara dari petugas Puskesmas Cilaku, 20 warga yang mengalami keracunan mendapat penanganan medis di sejumlah tempat termasuk RSUD Cianjur.

"Beberapa orang yang mendapat perawatan merupakan anak-anak semua sudah ditangani secara medis dan mulai membaik, dua orang diantaranya menjalani perawatan di RSUD Cianjur dan dua orang lainnya di rumah sakit swasta dan puskesmas setempat," katanya.

Frida menjelaskan, pihaknya akan membawa sampel makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan masal yang menimpa puluhan warga di Kampung Kebon Mangu, Desa Ciharashas usai menghadiri acara Mauldi Nabi, ke Labkesda Jabar guna memastikannya.

"Kami akan mengirim sampel makanan guna uji laboratorium, sehingga kami belum bisa memastikan penyebab keracunan, namun sebagian besar mengeluh sakit setelah menyantap nasi kotak yang didapat saat menghadiri Maulid Nabi," katanya.

Pihaknya telah menyiagakan puluhan tenaga medis untuk memberikan pelayanan cepat bagi warga yang mengalami keracunan karena diduga jumlahnya lebih dari 20 orang."Kami masih memantau dan menempatkan petugas di lapangan guna pelayanan cepat," katanya.

Sementara keterangan warga korban keracunan masal merasakan mual dan muntah setelah menyantap nasi kotak yang berisi nasi dengan lauk telur dan mie bihun. Sebagian besar menyantap nasi kotak setelah sampai di rumah bersama anak dan anggota keluarga lainnya.

"Kami mendapat nasi kotak setelah menghadiri acara Maulid Nabi. Kami menyantapnya setelah sampai di rumah, selang beberapa puluh menit usai menyantap nasi kotak, saya merakan pusing, mual dan muntah-muntah hal yang sama dirasakan tetangga usai menyantap nasi kotak," kata korban nasi kotak Ai Ayundawati (27).

Dia dan warga lainnya tidak merasakan rasa yang berbeda dengan nasi dan lauk yang diberikan dalam kotak itu, namun selang beberapa puluh menit setelah menyantap habis mereka merasakan hal yang sama hingga akhirnya mendapat pertolongan medis dari tenaga kesehatan setempat.

"Setelah mendapat pertolongan medis dan diberikan cairan melalui infus, saya dan dua orang anak yang juga mengalami keracunan mulai membaik. Setahu saya lebih dari 20 orang yang hadir dalam acara Maulid Nabi itu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.