Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Portugis Nikmati Keuntungan Berdagang di Nagasaki

📅 Jumat, 29 Sep 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Portugis Nikmati Keuntungan Berdagang di Nagasaki Doc: AFP/ Ed JONES

Setelah membangun pos dagang di Cochin, Goa, dan Makau, Portugis dengan berani mendirikan pos dagang di Nagasaki. Selama 68 tahun, Portugis pun menikmati keuntungan perdagangan tanpa saingan dengan Jepang.

Nagasaki merupakan kota di pantai barat laut Pulau Kyushu, Jepang. Nagasaki terletak di ujung teluk yang panjang. Posisi membentuk pelabuhan alami terbaik bagi kapal-kapal dagang di pulau besar Jepang paling selatan itu.

Ketika Portugis datang, selama periode 1571 hingga 1639, kota ini menjadi pos terdepan paling timur kerajaan Portugis. Kehadiran bangsa Eropa ini mengubah Nagasaki dari desa nelayan kecil menjadi salah satu pusat perdagangan besar di Jepang dan Asia timur.

Hanya sebentar di bawah pemerintahan langsung Portugis (1571-1614), kota ini digunakan sebagai titik akses ke pasar Jepang yang menguntungkan di mana barang-barang seperti sutra, perak, dan emas dipertukarkan antara Tiongkok, Makau Portugis, dan Lisbon, serta banyak pos-pos kolonial di Asia lainnya.

Kehadiran Portugis berakhir pada 1639 ketika pemerintah militer Jepang atau keshogunan memutuskan untuk mengusir semua orang asing dari daratan Jepang dan mengisolasi diri dari dunia luar. Politik isolasi diberlakukan pemerintahan Shogun Tokugawa Iemitsu, dengan tujuan mengurangi adanya pengaruh asing.

Pendirian pos di Nagasaki merupakan bagian dari kolonialisme. Sejak 1497-1499, ketika Vasco da Gama (1469-1524) berlayar mengelilingi Tanjung Harapan dan menunjukkan kemungkinan jalur laut antara Eropa dan Asia, Portugis sibuk membangun sebuah kerajaan.

Cochin Portugis di India didirikan pada 1503, dan Goa Portugis juga di India didirikan pada tahun 1510. Malaka Portugis di Malaysia didirikan pada 1511. Tidak puas sampai di sini Portugis berlayar tanpa henti ke arah Asia timur.

Pada 1557 Portugis Makau didirikan di pantai selatan Tiongkok dekat Guangzhou (Kanton). Hal ini memberi para pedagang Portugis akses langsung ke pameran dagang di Kanton di mana barang-barang seperti sutra berharga dapat diperoleh.

Orang-orang Portugis tidak puas karena mereka selalu menginginkan lebih dari itu. Orang-orang Eropa selanjutnya menginginkan pijakan di Jepang. Tiga pelaut Portugis adalah orang Eropa pertama yang menginjakkan kaki di tanah Jepang pada bulan September 1543, meskipun secara tidak sengaja.

Para pedagang pemberani ini berada di atas kapal jung Tiongkok, yang bertujuan menuju Ningpo di Tiongkok, namun pilot kapal reyot Tiongkok tersebut tidak dapat berbuat banyak untuk mencegah badai. Angin kencang itu akhirnya menghempaskan mereka ke Jepang bagian barat dan Pulau Tanegashima.

Orang-orang Portugis membawa senjata api, dan senjata ini sangat mengesankan orang Jepang yang melihatnya. Pemimpin militer Jepang, Oda Nobunaga, kemudian mengimpor senjata-senjata praktis ini dan menggunakannya secara efektif dan menjadikannya dirinya sebagai pemimpin militer terkemuka Jepang antara 1568 dan 1582.

Pusat Perdagangan

Nagasaki terletak di pantai barat laut Kyushu, Jepang. Portugis menetap secara permanen di sana sejak 1571 ketika raja muda Hindia Portugis (Estado da India) yang berbasis di Goa, memutuskan bahwa ini harus menjadi basis utama perdagangan Tiongkok-Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.