Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Distributor Diminta Tidak Menimbun Beras

📅 Jumat, 29 Sep 2023, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Distributor Diminta Tidak Menimbun Beras Doc: ANTARA/Muh Hasanuddin
Ket. Kepala Kanwil KPPU VI Makassar Hilman Pujana.

Makassar - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) VI Makassar Hilman Pujana mengingatkan setiap distributor agar tidak menahan atau menimbun bahan pangan, seperti beras, di tengah melonjaknya harga saat ini.

"Kita akan tetap awasi. Di sini ada Satgas Pangan dan kita harap distributor tidak menahan pasokan beras," ujarnya di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Hilman Pujana mengatakan kenaikan harga pada komoditi beras dipengaruhi oleh beberapa sebab, bisa karena pasokan dan juga permintaan.

Kenaikan harga, kata dia, juga karena adanya fenomena El Nino sehingga musim kemarau lebih lama dari tahun sebelumnya, yang harusnya siklus tanam padi berjalan seperti dulu.

"Kita berharap para pelaku usaha di bidang distribusi agar tidak bermain-main, yang bisa mengganggu distribusikarena dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat," katanya.

Meski demikian ia juga sudah berkoordinasi dengan pihak Perum Bulog untuk ketersediaan beras. Apalagi Bulog sudah memastikan stok beras yang dimilikinya masih cukup tersedia hingga akhir tahun.

Sementara itu Wakil Wali Kota Makassar Fatmawati mengatakan pihaknya bersama Perum Bulog telah menyiapkan 10 ton beras untuk disebar kepada masyarakat melalui operasi pasar.

"Kami siapkan 10 ton beras untuk operasi pasar. Kenaikan harga beras terasa sangat berpengaruh terhadap masyarakat. Semoga dengan operasi pasar ini sedikit membantu," ujarnya.

Fatmawati Rusdi yang mendampingi PJ Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengecek harga dan ketersediaan pangan di sejumlah pasar tradisional.

Hasil pemantauannya untuk harga beras medium naik dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram dan beras premium dari Rp10 ribu menjadi Rp13 ribu per kilogram. Dengan demikian kenaikan harga beras berkisar antara Rp2-3 ribu per kilogram.

Pada dua pasar tradisional yakni Pasar Terong dan Pasar Pabaeng-baeng, selain beras, kata dia, gula, ayam potong, dan jeruk nipis juga mengalami lonjakan harga. Ayam potong naik Rp3 ribu per ekor. Sementara harga jeruk nipis naik Rp8 ribu, dari harga Rp10 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram.

Fatmawati mengaku jika kenaikan berbagai beras dan komoditi lainnya itu dipicu oleh dampak El Nino. "Hampir semua kebutuhan masyarakat itu mengalami kenaikan dan itu dipicu oleh fenomena El Nino," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Kano Sprint Loloskan Dua Wakil ke Final

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kano Sprint Loloskan Dua Wa...
Megapolitan
Tangerang Masuk Zona Merah ...
Olahraga
Marselino Gabung Persija, M...
Nasional
Pelaku Usaha Dorong Optimal...
Nasional
Pemerintah Kejar Efisiensi ...
Luar Negeri
Amerika Serikat Perkuat Kap...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.