Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: 'Long Covid' Dapat Sebabkan Kelainan Organ

📅 Senin, 25 Sep 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Studi: 'Long Covid' Dapat Sebabkan Kelainan Organ Doc: SANJAY KANOJIA / AFP
Ket. Petugas kesehatan memeriksa fasilitas virus Covid- 19 di sebuah rumah sakit di Prayagraj, beberapa waktu lalu. Jutaan orang di seluruh dunia diperkirakan menderita Long Covid, di mana serangkaian gejala, seperti sesak napas, kelelahan, dan kabut otak bertahan lama setelah pasien tertular

PARIS - Hasil sebuah penelitian di Inggris, pada Sabtu (23/9), menyebutkan sepertiga orang yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 memiliki "kelainan" pada beberapa organ, beberapa bulan setelah terinfeksi.

Dikutip dari The Straits Times, jutaan orang di seluruh dunia diperkirakan menderita Long Covid, di mana serangkaian gejala, seperti sesak napas, kelelahan, dan kabut otak bertahan lama setelah pasien pertama kali tertular virus.

Namun banyak hal mengenai kondisi ini, termasuk bagaimana tepatnya Covid-19 menyebabkan berbagai gejala, masih belum diketahui. Penulis studi, yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Respiratory Medicine, mengatakan studi tersebut menandai "langkah maju" dalam membantu penderita jangka panjang akibat Covid-19.

Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang mengamati pencitraan resonansi magnetik atau pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada beberapa organ, seperti otak, jantung, hati, ginjal, dan paru-paru, setelah dirawat di rumah sakit karena Covid-19.

Pembandingan Organ

Mereka membandingkan pemindaian organ terhadap 259 orang dewasa yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19 di seluruh Inggris pada 2020 hingga 2021 dengan kelompok kontrol yang terdiri dari 52 orang yang tidak pernah tertular virus tersebut.

"Hampir sepertiga pasien Covid-19 memiliki kelainan pada lebih dari satu organ rata-rata lima bulan setelah meninggalkan rumah sakit," bunyi temuan studi tersebut.

"Mereka yang dirawat di rumah sakit karena Covid-19, 14 kali lebih, mungkin mengalami kelainan paru-paru dan tiga kali lebih mungkin mengalami kelainan pada otak mereka. Namun, hati dan jantung tampaknya lebih tangguh," tambah para peneliti.

Kelainan pada otak termasuk tingginya tingkat lesi otak putih, yang dikaitkan dengan penurunan kognitif ringan. Jaringan parut dan tanda-tanda peradangan termasuk di antara perubahan yang terlihat pada paru-paru.

"Orang dengan kelainan beberapa organ empat kali lebih mungkin melaporkan gangguan mental dan fisik yang parah, membuat mereka tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari," kata penulis utama studi, Betty Raman, dari Universitas Oxford, pada konferensi pers online.

Penelitian ini dilakukan pada fase awal pandemi, sebelum kekebalan massal akibat vaksinasi dan infeksi sebelumnya dapat mengurangi tingkat keparahan Covid-19 secara keseluruhan. Hal ini tidak mencakup varian Omicron yang lebih ringan dan masih dominan di seluruh dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

19 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.