Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pelajar Diingatkan untuk Gunakan Kendaraan Standar dari Pabrik

📅 Senin, 25 Sep 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelajar Diingatkan untuk Gunakan Kendaraan Standar dari Pabrik Doc: ANTARA/HO - Satlantas Polres Trenggalek
Ket. Petugas saat merazia kendaraan di salah satu kantong parkir di Trenggalek, Sabtu (23/9/2023).

Trenggalek - Jajaran Satlantas Polres Trenggalek, Jawa Timur mengingatkan seluruh pelajar yang ke sekolah naik sepeda motor agar tertib dalam berlalu lintas dan menggunakan kendaraan standar setelan pabrik.

Imbauan itu disampaikan Unit Kamsel Satlantas Polres Trenggalek, Bripka Candra Kholifatul Huda, Minggu menindaklanjuti hasil razia ke sejumlah kantong parkir fi sekolah-sekolah setempat.

"Hasil razia kami sepekan terakhir banyak ditemukan kendaraan yang tidak sesuai spek teknisnya lagi. Knalpot dipasang bukan asli dari pabrikan, tapi menggunakan jenis knalpot bising, ban juga diganti jenis ban cacing (kecil) serta spion dicopot atau diganti modifikasi," kata Bripka Candra.

Kendaraan tidak sesuai spesifikasi teknis (spektek) itu ditemukan di kantong-kantong parkir pelajar di luar fasilitas yang disediakan pihak sekolah.

Sebab untuk bisa parkir di lingkungan sekolah terdapat aturan yang ketat.

"Sehingga bagi mereka yang secara usia memang belum memiliki SIM, apalagi yang kendaraan tidak standar dititipkan di luar sekolah," imbuhnya.

Kendati menjumpai banyak pelanggaran, polisi tidak langsung melakukan penilangan.

Mereka memberikan edukasi sekaligus teguran dan peringatan kepada siswa yang melanggar dengan pendampingan guru sekolah. Bahkan teguran dan peringatan itu tidak hanya sekali dilakukan.

"Jadi ini sebetulnya terobosan baru kita, karena kalau imbauan-imbauan saja tanpa diimbangi pengecekan di lapangan kurang efektif. Pertama kita ingatkan sampai dua kali lewat kegiatan-kegiatan kita yang dilakukan di lingkungan sekolah. Kalau masih tetap, terpaksa kita sanksi tilang," ujarnya.

Di Trenggalek, siswa yang ke sekolah naik sepeda motor cukup banyak.

Bahkan boleh dibilang mayoritas, terutama di sekolah-sekolah yang ada di pegunungan.

Maraknya pelajar bersepeda motor disebabkan di daerah pegunungan jarang ada kendaraan transportasi umum seperti umumnya di area perkotaan.

Namun di sisi lain, keselamatan pengguna kendaraan itu juga tak boleh terabaikan. Apalagi kalangan pelajar cukup menyumbang angka besar dalam rekapitulasi data kecelakaan.

"Ini adalah bentuk rasa sayang dan cinta kami kepada generasi penerus bangsa. Untuk itu kita lebih mengedepankan edukasi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.