Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Kolombia Siap “Angkat Senjata” Hadapi Ancaman Trump

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 02:05 WIB | Oleh:
Presiden Kolombia Siap “Angkat Senjata” Hadapi Ancaman Trump Doc: AFP/SERGIO YATE
Ket. Presiden Kolombia, Gustavo Petro

BOGOTA - Presiden Kolombia Gustavo Petro mengatakan pada hari Senin (5 Januari) bahwa ia siap untuk "mengangkat senjata" dalam menghadapi ancaman dari Presiden AS Donald Trump, yang pada akhir pekan lalu menangkap pemimpin negara tetangga Venezuela dalam serangan militer.

Petro, mantan gerilyawan yang selama berbulan-bulan menjadi sasaran hinaan dan ancaman dari Trump, mengatakan di X: "Saya bersumpah tidak akan menyentuh senjata lagi ... tetapi demi tanah air, saya akan mengangkat senjata lagi."

Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa Petro harus "hati-hati" dan menggambarkan pemimpin sayap kiri pertama Kolombia itu sebagai "orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat".

Petro, yang kelompok gerilya perkotaannya yang menggunakan M-19 dilucuti senjatanya berdasarkan perjanjian damai tahun 1989, telah saling melontarkan sindiran dengan Trump sejak kembalinya politikus Republik itu ke Gedung Putih pada bulan Januari tahun lalu.

Petro telah menjadi kritikus vokal terhadap pengerahan militer AS di Karibia, yang dimulai dengan peledakan kapal-kapal yang diduga membawa narkoba, sebelum meluas ke penyitaan kapal tanker minyak Venezuela, kemudian penggerebekan pada Sabtu (3/1) di Caracas untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Trump menuduh pemimpin Kolombia itu, tanpa memberikan bukti, terlibat dalam perdagangan narkoba dan menjatuhkan sanksi keuangan kepadanya dan keluarganya.

Washington DC juga menghapus Kolombia dari daftar negara-negara yang disertifikasi sebagai sekutu dalam perang AS melawan narkoba.

Dalam pesan panjang di X, Petro menegaskan bahwa kebijakan anti-narkotika yang diterapkan cukup kuat, tetapi menekankan bahwa ada batasan seberapa agresif militer dapat bertindak.

"Jika Anda membom salah satu kelompok ini tanpa intelijen yang memadai, Anda akan membunuh banyak anak-anak. Jika Anda membom petani, ribuan orang akan berubah menjadi gerilyawan di pegunungan. Dan jika Anda menahan presiden, yang dicintai dan dihormati oleh sebagian besar rakyat saya, Anda akan melepaskan 'jaguar rakyat'," tulis dia.

Pemerintahan Trump dekat dengan oposisi sayap kanan di Kolombia, yang memiliki harapan besar untuk memenangkan pemilihan legislatif dan presiden tahun ini. ils/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.