Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

4 Cara Tepat Menghadapi Seseorang yang Mengalami KDRT

📅 Minggu, 24 Sep 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
4 Cara Tepat Menghadapi Seseorang yang Mengalami KDRT Doc: The Conversation/Shutterstock/Chay_tee
Ket. Masih banyak orang yang tidak tahu bagaimana menanggapi seseorang yang mengalami KDRT.

Karen Schucan Bird, UCL

Besar kemungkinan bahwa kita semua punya teman atau kenalan yang terjebak dalam hubungan asmara yang berbahaya atau tidak sehat. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah hal yang sering terjadi. Satu dari tiga perempuan di seluruh dunia diperkirakan akan mengalami kekerasan dalam hidup mereka. Namun, masih banyak orang yang tidak tahu bagaimana menanggapi ketika seorang teman, saudara atau kolega kita memberi tahu bahwa mereka mengalami KDRT.

Penelitian baru saya dengan rekan-rekan di University College London (UCL), Inggris, dan sejumlah badan amal yang fokus pada isu KDRT mengkaji bagaimana pendidikan dan pelatihan dapat membantu keluarga dan jaringan sosial mengenali KDRT, serta mengetahui cara merespons korban.

Selama masa pandemi COVID-19, KDRT semakin marak terjadi sementara layanan perawatan dan perlindungan lebih sulit diakses. Ini berarti para korban hanya bersandar pada dukungan dari teman, keluarga, kolega, dan tetangga. Seperti temuan kami, memberikan literasi pada jaringan sosial dan keluarga untuk dapat memberikan bantuan pada korban ini akan sangat bermanfaat-dan dapat menyelamatkan jiwa-sebagai tambahan dari dukungan yang diberikan oleh para profesional.

Di Inggris, misalnya, badan amal dan organisasi sosial lainnya menawarkan program pelatihan, seperti Women's Aid "Ask Me", program untuk para pemimpin keagamaan dan perangkat untuk tempat kerja. Inisiatif-inisiatif ini mengajarkan masyarakat dan pemimpin masyarakat tentang bagaimana menanggapi korban yang mengalami pelecehan dengan cara yang positif dan bermanfaat.

Meskipun sebagian besar korban pelecehan memberi tahu setidaknya satu teman atau anggota keluarga, bukti menunjukkan bahwa korban perempuan dan anak-anak serta mereka yang berasal dari kelompok yang terpinggirkan kemungkinan besar akan memberi tahu dan mengandalkan jaringan informal mereka daripada layanan formal seperti polisi.

Reaksi dari jaringan informal mereka bisa sangat berarti. Penelitian menunjukkan bahwa reaksi positif dari teman atau kolega dapat meningkatkan kesehatan, kesejahteraan dan keselamatan orang yang mengalami kekerasan. Dukungan informal dari kontak pribadi juga dapat mendorong mereka untuk mencari bantuan dari layanan formal, seperti akses ke perlindungan hukum.

Bagaimana kita bisa membantu?

Jika kamu yakin bahwa teman, kerabat, kolega, atau tetanggamu mungkin tengah berada dalam hubungan yang membahayakan dirinya, bukan tugasmu untuk menghentikan tindakan kekerasan itu. Jika kamu merasa bahwa mereka dalam bahaya, hubungi 999 dan minta bantuan polisi. Kamu juga dapat memberikan dukungan dan menawarkan bantuan dengan cara lain.

Membicarakan KDRT itu sulit. Kamu mungkin akan merasa tidak nyaman jika seseorang curhat kepadamu tentang hubungan mereka yang tidak sehat, atau jika kamu mengungkit masalah pelecehan. Namun, ada beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk merespons mereka dengan cara yang positif dan bermanfaat.

Cara mudah untuk mengingatnya adalah melalui empat "R": recognise (kenali), respond (tanggapi), reassure (yakinkan), dan react (bereaksi).

Kenali

Penelitian kami menyoroti pentingnya untuk dapat mengidentifikasi tanda-tanda peringatan dan faktor risiko kekerasan.

Banyak orang tidak menyadari bahwa KDRT memiliki banyak bentuk yang berbeda. Dan ada mitos kuat bahwa KDRT pasti selalu melibatkan kekerasan fisik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.