Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

4 Cara Tepat Menghadapi Seseorang yang Mengalami KDRT

📅 Minggu, 24 Sep 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kita harus mengenal segala bentuk KDRT, termasuk kontrol paksaan (corcive control) dan kekerasan ekonomi, agar kita dapat mengenali tanda-tanda hubungan yang tidak sehat.

Penelitian menunjukkan bahwa belajar tentang prevalensi tinggi dan dampak serius KDRT juga dapat memotivasi teman, keluarga, kolega, dan tetangga untuk mau bertindak.

Jika kamu berencana untuk menghubungi orang dekatmu, badan amal KDRT, SafeLives, menyarankan bahwa hal pertama yang perlu kamu pertimbangkan adalah keselamatan, baik keselamatan korban maupun keselamatanmu sendiri. Kamu harus mencari cara-cara yang aman untuk menghubungi mereka atau tempat untuk bertemu sebelum kamu menghubungi mereka.

Menanggapi

Saat membicarakan tentang hubungan yang berbahaya atau pengalaman KDRT, dengarkan tanpa menyalahkan. Ciptakan ruang yang membuat teman, kerabat, atau tetanggamu dapat bercerita dan merasa aman. Dengarkan tanpa menghakimi dan tunjukkan empati. Bersabarlah dan sadari bahwa tidak mudah bagi mereka untuk membicarakan pengalaman kekerasan dialami.

Norma gender dan budaya mungkin membuat beberapa orang sulit untuk terbuka tentang pengalaman mereka, misalnya jika korban adalah laki-laki atau mereka yang berada di komunitas agama konservatif.

Mendukung teman dapat menunjukkan pada mereka bahwa kamu ada untuk mendengarkan mereka, membantu mengidentifikasi pilihan mereka, atau mencari nasihat profesional atas nama mereka (tentunya dengan persetujuan mereka).

Meyakinkan

Penelitian menekankan tentang pentingnya menegaskan, memvalidasi, dan memahami perasaan dan pengalaman yang diungkapkan oleh orang yang mengalami KDRT.

Riset melaporkan bahwa jaringan informal tidak selalu menanggapi dengan cara yang membantu. Mengekspresikan keraguan, menyalahkan, atau permusuhan dapat membahayakan kondisi korban KDRT dan membuat mereka pesimis untuk mencari bantuan lebih lanjut. Yakinkan mereka bahwa kamu mempercayai dan memvalidasi pengalaman mereka.

Kampanye-kampanye melawan KDRT dan badan amal memberikan saran tentang cara mendukung penyintas dan Equation, kelompok yang melawan KDRT, merekomendasikan hal-hal yang harus kamu katakan kepada orang yang sedang kamu dukung. Cara terbaik untuk memulai adalah dengan mengatakan "Aku percaya padamu", dan katakan kepada mereka bahwa kekerasan itu "bukan kesalahanmu".

Bereaksi

Terakhir, tawarkan bantuan pada teman, kerabat, atau tetanggamu untuk mencari dukungan-bertindaklah hanya jika dan ketika mereka menginginkannya dan menyetujuinya. Ini bisa termasuk menawarkan untuk menghubungi layanan dukungan lokal, menelepon saluran bantuan korban KDRT nasional atau menggunakan webchat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.