Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Telah Kehilangan Pengaruh Ekonomi di Asia Tenggara

📅 Sabtu, 23 Sep 2023, 00:02 WIB | Oleh:
AS Telah Kehilangan Pengaruh Ekonomi di Asia Tenggara Doc: ROMEO GACAD/AFP
Ket. Mantan diplomat AS, Scot Marciel

WASHINGTON - Mantan diplomat Amerika Serikat (AS), Scot Marciel, mengatakan para pemimpin politik di Washington harus memahami jika mereka ingin mempertahankan pengaruh AS di Asia Tenggara, mereka perlu menemukan cara untuk bergerak maju dalam aspek ekonomi dan perdagangan.

"Namun, tidak diragukan lagi bahwa AS telah kehilangan pengaruh ekonomi, dan sejauh ini tidak mampu menghasilkan mekanisme yang benar-benar praktis untuk meningkatkan perdagangan, investasi, dan pembangunan infrastruktur," kata Marciel, di Washington, baru-baru ini.

Tentu saja Marciel ingin melihat negara-negara Asia Tenggara menawarkan lebih banyak gagasan tentang hal-hal yang bisa dilakukan, lebih banyak gagasan kemitraan.

"Tetapi, saya pikir pada dasarnya masalahnya ada di Washington. Dan para pemimpin politik perlu memahami bahwa jika mereka ingin mempertahankan pengaruh AS, mereka perlu menemukan cara untuk bergerak maju di bidang ekonomi dan perdagangan," jelas Marciel

Jadi Tantangan AS

Masih menjadi tantangan bagi pemerintah AS untuk mencari cara bagaimana berinteraksi dengan Asia Tenggara. "Masyarakat tidak memahami seberapa besar kebebasan yang dimiliki negara-negara Asia Tenggara dan keinginan mereka untuk mengambil keputusan sendiri," ujarnya.

Yang terjadi, Beijing dan Washington sama-sama memiliki kecenderungan untuk mendatangi kawasan ini dan memperingatkan kawasan tersebut agar tidak berurusan dengan satu sama lain, kata Marciel dalam podcast Asian Insider The Straits Times.

"Beijing yang melakukannya, Washington yang melakukannya. Dan menurut saya, itu sebuah kesalahan".

"Upaya ini sia-sia dan fokus AS seharusnya tidak lagi membicarakan Tiongkok dengan Asia Tenggara. Kawasan ini sangat mengenal Tiongkok," katanya.

Dikutip dari The Straits Times, Marciel yang sekarang menjadi penasihat senior di konsultan BowerGroupAsia, adalah mantan duta besar AS untuk Myanmar dan Indonesia.

Dia berbicara di podcast bersama Lynn Kuok, rekan senior Dialog Shangri-La untuk keamanan Asia-Pasifik di kantor Institut Internasional untuk Studi Strategis di Singapura.

"Ada kebutuhan untuk memahami dengan lebih baik, dan memiliki sedikit keyakinan lebih bahwa hanya karena Pemimpin X pergi ke Beijing dan menandatangani beberapa perjanjian tidak berarti bahwa negara tersebut telah menjadi negara bawahan Tiongkok," ujarnya.

Kuok mengatakan kepada Asian Insider bahwa Washington harus memahami keinginan di kawasan ini agar AS tetap hadir dan terlibat berdampingan dengan sentimen anti-AS dan anti-Barat di beberapa pihak, dan apa yang kadang-kadang dianggap sebagai tindakan keras Tiongkok justru memperkuat sentimen tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.