Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pertamina Berdayakan UMKM Binaan di Desa Tasikharjo Lewat Energi Terbarukan

📅 Jumat, 22 Sep 2023, 11:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertamina Berdayakan UMKM Binaan di Desa Tasikharjo Lewat Energi Terbarukan Doc: Dok. Pertamina

Melanjutkan jejak sukses program Desa Energi Berdikari dengan memberdayakan masyarakat, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Fuel Terminal Tuban memberikan edukasi dan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Jatimbalinus Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Energi terbarukan ini juga telah mendukung kebutuhan energi program pemberdayaan UMKM setempat, Ekonomi Kreatif Tasikhrjo (Ekokraf Asik), serta menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan di daerah sekitar.

Sebanyak 35 penerima manfaat melalui program Ekokraf Asik yang terdiri dari tiga program pemberdayaan UMKM, yaitu Program UMKM Batik Sekar Tanjung, Program Jahit Sekar Tanjung, dan Program Ethical Creative Tasikharjo ini memanfaatkan potensi alam dan sumber daya lokal untuk menghasilkan produk-produk kreatif yang berkualitas dan ramah lingkungan sekaligus memutar roda ekonomi warga desa.

"Pemanfaatan EBT dapat mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dengan menyediakan energi yang terjangkau dan andal. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, salah satunya dengan cara memaksimalkan transisi energi, hal ini juga membantu pelaku ekonomi kreatif untuk berinovasi dan mengembangkan produk dan layanan desa setempat dan juga dapat membantu melindungi lingkungan," kata Adriansyah, Fuel Terminal Manager Tuban.

Energi terbarukan ini juga telah mendukung reverse osmosis dan Eco Pengolahan Limbah Komunal untuk mencapai kemandirian akses air di Desa Tasikharjo. Selain itu, panel surya juga mendukung kegiatan produksi sistem pengolahan limbah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle).

Dengan kapasitas 6,54 kWp PLTS ini mampu menghasilkan listrik hingga 10.241 kWh per tahun. Didukung oleh baterai lithium 10 kWh, yang dapat menghemat biaya listrik hingga Rp15 juta per tahun. Selain itu, energi terbarukan ini juga mampu mengurangi emisi karbon 8.502 kg CO2 eq/tahun.

Program Desa Energi Berdikari telah menghasilkan manfaat 170.880 wp energi Pembangkit Listrik Tenaga Surya, 605.000 m3/tahun energi biogas dan gas metana, 8.000 watt energi microhydro, 6.500 liter energi biodiesel per tahun, serta 16.500 wp energi hibrida Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Angin.

Susiani, warga Desa Tasikharjo mengatakan, dengan adanya energi terbarukan ini, pergerakan produktivitas UMKM Desa Tasikharjo terus berkembang.

"Hal ini pun juga memberikan wawasan baru kepada kami dalam pemanfaatan energi yang ramah lingkungan, sehingga kami pun juga dapat menjaga pelestarian lingkungan desa kami," ujarnya.

Sejak 2019, program Desa Energi Berdikari telah menghasilkan manfaat 170.880 wp energi Pembangkit Listrik Tenaga Surya, 605.000 m3/tahun energi biogas dan gas metana, 8.000 watt energi microhydro, 6.500 liter energi biodiesel per tahun, serta 16.500 wp energi hibrida Pembangkit Listrik Tenaga Surya dan Angin, serta berdampak pengurangan emisi karbon sebesar 565.928 ton Co2eq per tahun.

Desa Energi Berdikari juga turut berperan dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat dan memberikan dampak perekonomian bagi 3.201 Kepala Keluarga (KK) dengan total multiplier effect sebesar manfaat Rp1,8 miliar per tahun. Harapannya melalui program Desa Energi Berdikari Pertamina, masyarakat dapat mengembangkan potensi ekonominya dengan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat serta pengembangan produk UMKM yang dihasilkan sampai dengan pemberian edukasi terkait pemanfaatan dan perawatan fasilitas energi terbarukan.

Area Manager Comm., Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan program TJSL dari Pertamina ini sejalan dengan SDG yang telah diupayakan Pemerintah poin ke-6 (air bersih dan sanitasi layak), ke-7 (energi bersih & terjangkau), dan ke-8 (pekerjaan layak & pertumbuhan ekonomi), dan Poin 13 (penanganan perubahan iklim).

"Selain itu, program ini juga sebagai aksi nyata Pertamina untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission di tahun 2060", tutup Ahad.

(IKN/TSR)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menbud Ungkap Jadwal Terbit Buku Sejarah Baru

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ungkap Jadwal Terbit...

Woody Kembali Beraksi di Film “Toy Story 5

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Woody Kembali Beraksi di Fi...
Nasional
Kementan Ungkap Produksi Su...
Rona
Joe Taslim Turut Berperan d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.