Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Handoko Ungkap Riset dan Inovasi Kunci Menjadi Negara Maju

📅 Jumat, 22 Sep 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Handoko Ungkap Riset dan Inovasi Kunci Menjadi Negara Maju Doc: brin.go.id

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menyampaikan riset dan inovasi menjadi kunci bagi Indonesia untuk menjadi negara maju dan terlepas dari jebakan pendapatan kelas menengah atau middle income trap.

"Indonesia Emas 2045 tidak mungkin dilakukan tanpa adanya aktivitas riset yang bisa memberikan nilai tambah dan menghasilkan inovasi yang berujung pada nilai tambah ekonomi yang signifikan," ujar Handoko dalam pameran riset dan inovasi InaRI Expo 2023 di Gedung ICC, Cibinong, Jawa Barat, Rabu (20/9).

Handoko menceritakan ihwal pembentukan BRIN yang berlangsung 2,5 tahun lalu lantaran Presiden Joko Widodo ingin aktivitas riset dan inovasi terlibat dalam setiap aspek pembangunan di dalam negeri. Menurut dia, saat ini adalah momentum bagi BRIN untuk semakin mengukuhkan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi di Indonesia.

"Kami ingin menunjukkan meski masih sedikit bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian untuk bisa menjadi negara maju. Jadi, jangan sampai terjebak dengan middle income trap," pesan Handoko.

Lebih lanjut dia mengungkap bahwa syarat menjadi negara maju harus memiliki angka pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen setiap tahun. Pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen itu tidak mungkin dicapai tanpa ada penciptaan nilai tambah dari sumber daya yang Indonesia miliki dan produksi.

BRIN mencatat jumlah kekayaan intelektual yang dimiliki mencapai 2.389 paten, 352 pencatatan hak cipta, 122 desain industri, 17 perlindungan varietas tanaman, dan 46 merek. Pada 2022, BRIN sudah mendaftarkan kembali 400 lebih permohonan paten dan tahun ini BRIN menargetkan pendaftaran 600 paten baru.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan peningkatan daya saing dan produktivitas menjadi kunci penting untuk membuat Indonesia menjadi sebuah negara maju.

Dia mengungkap bahwa tidak semua negara di dalam sejarah dunia mampu untuk terus menjadi negara maju. Dari total sekitar 197 negara di dunia, mayoritas berada dalam kelompok negara berpenghasilan rendah atau menengah. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.