Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waduh, Bulog Karawang Kesulitan Serap Gabah Karena Harganya Tinggi

📅 Kamis, 21 Sep 2023, 00:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Waduh, Bulog Karawang Kesulitan Serap Gabah Karena Harganya Tinggi Doc: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Ket. Pekerja menjemur gabah.

Karawang - Bulog Kabupaten Karawang, Jabar, mengalami kesulitan menyerap gabah untuk beras cadangan pangan pemerintah menyusul tingginya harga gabah petani, sehingga penyerapan gabah sementara ini dilakukan untuk beras komersil.

Kepala Sub Divre Perum Bulog Karawang, Yuliani Alzam, disela operasi pasar murah di Karawang, Rabu, mengakui saat ini cukup sulitmenyerap gabah petani untuk dijadikan beras cadangan pangan pemerintah, karena harga gabah yang lebih tinggi dibanding dengan standar Bulog.

"Bulog itu dalam menyerap gabah atau beras ada standar yang diberikan oleh pemerintah. Kalau pemerintah itu ada ketetapannya melalui Bapanas (Badan Pangan Nasional), Bulog bisa menyerap gabah petani dengan harga Rp5.500. Sementara realita sekarang di lapangan Rp7. 300. Kalau kami beli, kami melanggar," katanya.

Ia mengatakan, penyerapan gabah petani harus terus dilakukan, bahkan akan dimaksimalkan, meski harganya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan standar harga yang telah ditentukan.

"Jadi (di tengah tingginya harga gabah), Bulog tetap menyerap gabah petani, namun untuk beras komersil. Harganya pun sama, Rp7.300 per kilogram. Sekarang pun saya lagi nyerap nih, gabah petani. Tapi itu nanti akan masuk jenis premium untuk komersil," katanya.

Menurut dia, saat ini realisasi penyerapan gabah oleh Bulog Karawang masih di bawah 50 persen dari target sekitar 34 ribu ton.

Namun Yuliani mengaku optimis target penyerapan gabah dapat tercapai hingga akhir tahun.

Pihaknya juga optimisberas cadangan pemerintah untuk wilayah yang menjadi tanggung jawab Bulog Karawang, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Karawang, dapat tercukupi hingga tahun depan.

Ia menyebutkan kalau saat ini stok beras di gudang wilayah Karawang mencapai sekitar 18.500 ton. Terdiri atas beras impor dan beras produksi dalam negeri.

"Stok beras itu (persentasenya), antara berisi beras impor dan beras dalam negeri, 50:50. Karena memang beras dalam negeri kan sebelumnya banyak dikeluarkan untuk bantuan pangan tahap pertama," katanya.

Saat musin panen tiba, Bulog Karawang akan memaksimalkan penyerapan beras untuk cadangan pangan pemerintah dengan harga pembelian Rp5.500. (KR-MAK).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.