Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stabilkan Harga, Pemkot Bogor Kerja Sama dengan Bapanas Gelar Gerakan Pangan Murah

📅 Rabu, 20 Sep 2023, 00:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stabilkan Harga, Pemkot Bogor Kerja Sama dengan Bapanas Gelar Gerakan Pangan Murah Doc: ANTARA/HO/Pemkot Bogor
Ket. Masyarakat saat melihat-lihat produk dalam kegiatan gerakan pasar murah (GPM) di area parkir Taman Manunggal, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (19/9/2023).

Kota Bogor - Stabilkan harga, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat bekerja sama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar gerakan pangan murah (GPM) untuk masyarakat yang membutuhkan, berupa beras, minyak goreng, daging, sayur, bumbu dapur, ikan, buah-buahan dan berbagai makanan olahan produk UMKM.

Sekretaris daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah yang juga Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat, saat membuka GPM di area parkir Taman Manunggal, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa, berharap pasar murah dari Bapanas dapat menstabilkan harga pangan.

"Mudah-mudahan setelah kegiatan ini harga berasnya bisa dikendalikan lagi. Karena memang Kota Bogor ini bukan produsen, jadi bergantung ke wilayah lain sehingga kerja sama seperti ini perlu terus dilakukan. Mudah-mudahan ini bisa menurunkan harga pangan," kata Syarifah.

Syarifah menjelaskan, kegiatan GPM ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Bapanas dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat.

Di antaranya, harga beras pada kegiatan ini dibanderol dengan harga Rp53.000/5 kilogram sedangkan di pasaran sudah Rp 13 ribu/kilogram.

Dalam GPM ini juga dilaksanakan gerakan selamatkan pangan dan tidak boros pangan yang dilaksanakan melalui Food Truck dari Badan Pangan Nasional dan Foodbank.

Selain GPM, Kota Bogor juga secara rutin menggelar bazar murah dengan DiskopUMKMdagin secara berkala. Tujuannya adalah untuk mendekatkan harga pangan terjangkau kepada masyarakat untuk terus menjaga inflasi.

Analis Ketahanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Denny Eswant Kosasih mengatakan, dari data Badan Pusat Statistik Nasional pada bulan Agustus inflasi nasional 3,27 naik dari 3,08 di bulan sebelumnya.

"Penyebabnya bisa jadi dikarenakan kenaikan beras. Karena kalau kita lihat, data harga rata-rata nasional kemarin tanggal 18 September harga beras premium itu Rp15.600/kilogram, itu di atas harga eceran tertinggi (HET), beras medium Rp 13.500/kilogram itu juga di atas HET dan jagung Rp 7.000 itu di atas harga acuan pemerintah," katanya.

Dari data itu, menurut Denny, perlu energi dan kerja sama untuk bersinergi dan berkolaborasi mengendalikan harga pangan termasuk beras dengan mengadakan gerakan pangan murah di Jawa Barat, Kota Bogor bahkan di seluruh Indonesia.

"Sampai saat ini Badan Pangan Nasional secara nasional sudah 750 kali GPM, dari Januari sampai September di 35 provinsi, 315 kabupaten/kota. Mudah-mudahan terus berlanjut dan ditingkatkan," katanya.

Ia berharap gerakan ini bisa bermanfaat untuk terus meningkatkan GPM dan menstabilkan pasokan dan harga pangan termasuk harga beras.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

24 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.