Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peran PBB Makin Terpinggirkan karena Tak Mampu Hadapai Aneka Masalah

📅 Senin, 18 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh:
Peran PBB Makin Terpinggirkan karena Tak Mampu Hadapai Aneka Masalah Doc: DANIEL SLIM / AFP
Ket. Gedung markas besar PBB di New York, beberapa waktu lalu

NEW YORK - Dunia selalu ditimpa berbagai masalah mulai perang sengit di Ukraina, penggulingan pemerintahan Niger dan Gabon, dan ketimpangan distribusi vaksin dalam pandemi Covid-19.

Dikutip dari The Straits Times, dengan puluhan pemimpin dunia datang ke New York untuk menghadiri pertemuan tahunan Majelis Umum PBB, masalah-masalah global muncul dengan cepat dan nyata di depan pintu badan dunia tersebut, tanpa ada solusi yang terlihat.

Banyak negara mulai mencari negara lain untuk melakukan sesuatu terhadap masalah ini. PBB, yang pernah menjadi forum utama dalam upaya menyelesaikan perselisihan geopolitik, kini semakin terpinggirkan dari politik global yang baru.

Tampaknya badan global ini tidak mampu mengimbangi serangkaian guncangan, krisis, dan kudeta yang tampaknya memecah-belah dunia.

Hal ini dibuktikan dengan ketidakberdayaan negara tersebut untuk melakukan intervensi di tempat-tempat yang pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pusat perhatian, misalnya kudeta Niger pada musim panas ini atau saat Haiti mengalami kekacauan yang baru-baru ini terjadi.

Hal ini merupakan sebuah penderitaan yang bahkan Amerika Serikat (AS), yang membantu pembentukan PBB dalam upaya untuk memperkuat kepemimpinan AS, telah mengakui hal ini.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, memperjelas hal ini dalam pidatonya minggu lalu, menggambarkan pergolakan tersebut dalam istilah yang hampir apokaliptik.

"Apa yang kita alami saat ini lebih dari sekadar ujian terhadap tatanan pasca-perang dingin, ini adalah akhir dari segalanya," kata Blinken.

"Menjalin kerja sama internasional menjadi semakin kompleks. Bukan hanya karena meningkatnya ketegangan geopolitik, namun juga karena besarnya skala permasalahan global," ujarnya.

Tentu saja, para pejabat telah lama menyatakan bahwa PBB tidak relevan dan memperkirakan kehancurannya sehingga hal ini bisa dibilang klise, namun ketidaknyamanan badan itu terasa sangat akut pada tahun 2023.

PBB Jadi Lumpuh

Ketika perang di Ukraina terus berlanjut, Dewan Keamanan PBB menjadi lumpuh karena posisi Russia sebagai anggota tetap badan tersebut.

"Jika negara-negara yang mendominasi PBB terus menolak reformasi, negara-negara selatan tidak punya pilihan selain mencari opsi di luar sistem PBB, termasuk yang ditawarkan oleh Tiongkok," kata seorang diplomat negara berkembang, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Russia kini mempertimbangkan kesepakatan senjata dengan Korea Utara, yang merupakan pelanggaran terbuka terhadap sanksi PBB yang pernah disetujui negara tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

33 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.