Sebanyak 700 Gedung Swasta Siap Buat Kabut Air
📅 Kamis, 14 Sep 2023, 05:21 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Rara Candrika
JAKARTA - Mengikuti imbauan Pemprov DKI Jakarta, akhirnya lebih dari 700 gedung tinggi milik perusahaanswasta siap memasang pompa bertekanan tinggi (water mist generator) untuk membuat kabut air guna menekan polusi udara.
"Sudah ada sekitar 700 pemilik gedung yang siap mendukung program dengan water mist," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Asep Kuswanto, Rabu (13/9).
Wali kota di setiap wilayah juga sudah mengumpulkan seluruh pemilik gedung swasta untuk sosialisasi pemakaian water mistgenerator.
Namun, Asep mengatakan ketersediaan dan pengadaan water mistgenerator untuk setiap gedung swasta masih terkendala, sehingga kurang di lapangan. Saat ini, pompa air sedang diproduksi Kementerian Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
"Kalau sudah tersedia banyak, saya optimistis bahwa pemilik gedung akan menyediakan alat water mist," ujar Asep. Dia berharap para pemilik gedung dapat berinisiatif memasang water mist sebagai alat kelengkapan gedung. Ini sama seperti alat pemadam kebakaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan demikian, pada saat kualitas udara semakin memburuk, gedung-gedung swasta dapat bersama-sama menggunakan water mist," katanya. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono,telah menargetkan seluruh gedung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasang pompa bertekanan tinggi (water mist generator) untuk menekan polusi udara.
"Nanti kita keliling untuk mengecek," kata Heru di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (11/9). Kantor milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah memasang water mist generator adalah Kantor Wali Kota Jakarta Pusat dan Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, serta Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.
Dihentikan
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Polda Metro Jaya menghentikantilang uji emisi karena memberatkan masyarakat. Polda akan lebih mengedepankan cara persuasif serta edukatif agar warga secara rutin merawat kendaraan. Dengan begitu, gas buang kendaraan tidak menimbulkan polusi udara.
"Penilangan sebagai bahan evaluasi biar tidak memberatkan masyarakat. Ini untuk sementara persuasif dan edukatif," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Pencemaran Udara Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nurcholis.
Nurcholis juga mendengar sejumlah sentimen dari masyarakat tentang tilang uji emisi. "Iya, kan ada sentimen positif, sentimen negatif. Jadi kita melihat dari dua sentimen," katanya. Kalau dicermati, tilang emisi, ternyata memang banyak negatifnya. "Maka kita lebih melakukan tindakan persuasif edukatif," katanya. Nurcholis juga menambahkan, uji emisi ini akan lebih difokuskan kepada kendaraan internal daripada ke masyarakat.
"Kita sekarang diarahkan kepada internal dulu. Artinya, mobil-mobil kedinasan seperti milik kepolisian dicek dulu. Jadi, akan kita cek mobil-mobil milik Polda, Polres-polres, dan polsek. Demikian juga kendaraan milik polisi akan dicek dulu secara internal. Jangan langsung ke masyarakat," katanya.
Satgas Pengendalian Pencemaran Udara Polda Metro Jaya mengungkapkan hasil uji emisi yang dilakukan dalam sepekan terakhir 1-7 September ada sebanyak 850 kendaraan tak lolos uji emisi. Sebanyak 519 kendaraan yang tak lolos uji emisi adalah roda empat, sedangkan kendaraan roda dua yang tak lolos uji emisi sebanyak 331 kendaraan.
Nurcholis menjelaskan langkah yang telah dilakukan satgas sampai 7 September melakukan uji emisi sebanyak 6.992 kendaraan bermotor. Uji emisi dilakukan bersama tim gabungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!