Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa ITS Rancang Alat Deteksi Udara untuk Lawan Polusi

📅 Rabu, 13 Sep 2023, 15:19 WIB | Oleh:
Mahasiswa ITS Rancang Alat Deteksi Udara untuk Lawan Polusi Doc: Istimewa
Ket. Sensor alat pendeteksi udara akan mendeteksi konsentrasi partikel dan kandungan gas di udara. Selanjutnya diproses dan ditampilkan melalui display serta diunggah ke cloud situs web.

SURABAYA - Tim Mahasiswa Departemen Teknik Instrumentasi, Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), baru-baru ini mengembangkan alat pendeteksi udara untuk memerangi polusi. Alat ini mampu memonitor dan memfilter udara dengan sensor canggih sehingga dapat mengurangi risiko kesehatan.

Pengagas inovasi, Muhammad Zanuar, menjelaskan, ketika alat tersebut menyala maka sensor mendeteksi konsentrasi partikel dan kandungan gas di udara. Selanjutnya diproses oleh alat kontrol dan ditampilkan melalui display serta diunggah ke cloud situs web. "Ketika pembacaan konsentrasi partikel udara dalam ruangan tinggi, maka filtrasi udara akan aktif," paparnya.

Pasalnya, lanjut Zanuar, jika aktivitas industri yang membuang emisi gas melalui cerobong ke udara dibiarkan, dapat menyebabkan tingkat penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). "Sangat disayangkan jika tidak adanya instrumen alat ukur dan ketegasan kebijakan dari pemerintah untuk mengatasi isu lingkungan dan kesehatan," terang Zanuar.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dibagi menjadi lima kategori. Yakni kategori rendah dengan rentang nilai 1-50, sedang nilai 51-100, tidak sehat bernilai 101-200, sangat tidak sehat bernilai 201-300, dan berbahaya bernilai 300 ke atas. Sedangkan pembacaan udara di Kecamatan Manyar pada tabel ISPU bernilai 144 dan tergolong dalam kategori tidak sehat.

Dijelaskan Zanuar, kondisi udara dapat berubah-ubah setiap waktu sehingga saat di aplikasi nantinya akan ada tindakan preventif yang disarankan. "Menyesuaikan nilai konsentrasi udaranya, nanti disarankan tidak beraktivitas di luar ruangan hingga memakai masker saat ke luar rumah," imbuh Zanuar.

Purwarupa alat pemantau kualitas udara ini, menurut Zanuar, sudah beberapa kali dilombakan dan meraih juara. Ajang yang diikuti antara lain Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Gresik Inovasi dan Workshop Festival (Ginofest), serta Pemuda Pelopor Kabupaten Gresik.

Dalam hal ini, Zanuar dan timnya berkolaborasi dengan karang taruna dan warga sekitar tempat asalnya yang merupakan kawasan industri, Kecamatan Manyar di Kabupaten Gresik. Di kawasan yang memiliki tingkat polusi yang cukup tinggi ini dia ingin membangun kesadaran menjaga lingkungan.

Lewat beberapa kegiatan lingkungan yang dapat dilakukan dalam penanganan polusi udara, antara lain regulasi kebijakan, inovasi instrumentasi, edukasi, dan sosialisasi lingkungan serta penanaman pohon. Hal ini membuahkan respon positif di mata stakeholders dalam menanggapi aksi tersebut.

Jatuh bangun menghadapi kendala perancangan program dan alat kerap dialami oleh Zanuar bersama tim. Di lapangan, ia menemui kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas udara dan minimnya dukungan. Kesadaran yang minim karena keilmuan yang masih terbatas perlu didukung dengan penggalakan sosialisasi terhadap masyarakat. Mulai dari penggunaan dan perawatan alat hingga langkah yang harus dilakukan mereka saat polusi udara buruk.

Demi menciptakan keberlanjutan lingkungan yang dapat dinikmati generasi masa depan, Zanuar ingin kembangkan kolaborasi dengan konsep pentahelix. "Konsep ini bekerja sama dengan melibatkan semua stakeholders mulai dari pemuda, masyarakat, komunitas, akademisi, pemerintah, industri, dan media," pungkas Zanuar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

57 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...
Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.