Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemitraan AS dan Vietnam untuk Ciptakan Rantai Pasok yang Aman

📅 Rabu, 13 Sep 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Kemitraan AS dan Vietnam untuk Ciptakan Rantai Pasok yang Aman Doc: NHAC NGUYEN/AFP
Ket. Presiden Vietnam, Vo Van Thuong bersama Presiden AS, Joe Biden.

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan kemitraan dengan Vietnam merupakan upaya AS untuk membangun rantai pasok yang aman dan stabil. Biden dan para pejabat eksekutif perusahaan-perusahaan teknologi AS bertemu dengan para tokoh bisnis Vietnam di Hanoi, Senin (11/9).

Seperti dikutip dari situs Gedung Putih, dalam pertemuan itu Biden menekankan kedua negara memperdalam kerja sama dalam komputasi awan, semikonduktor, telekomunikasi, dan kecerdasan buatan. AS dan Vietnam telah menandatangani nota kerja sama pada bidang semikonduktor, demikian pernyataan Gedung Putih.

"Kami membutuhkan bantuan Anda untuk bekerja sama pada bidang-bidang penting seperti mineral-mineral penting dan energi bersih. Kami memerlukan bantuan Anda untuk memanfaatkan peluang ini dan memitigasi risiko terhadap perekonomian dan keamanan nasional kita," tambah Biden.

Dikutip dari Antara, kunjungan Biden ke Vietnam menghasilkan sejumlah kesepakatan, salah satunya kesepakatan dengan Maskapai Vietnam, Vietnam Airlines, untuk membeli 50 unit pesawat Boeing 737. AS juga berkomitmen untuk membantu Vietnam dalam melatih dan mengembangkan tenaga kerjanya untuk industri semikonduktor.

"Ini tentang membangun rantai pasok yang aman untuk bisnis kecil kita. Ini tentang menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka bagi masyarakat kita," kata Biden.

AS menyebut Vietnam memiliki potensi untuk menjadi pemain penting dalam rantai pasok industri semikonduktor global.

Kembangkan Tenaga Kerja

Untuk mencapai tujuan itu, AS dan Vietnam mengumumkan peluncuran inisiatif pengembangan tenaga kerja semikonduktor - yang didukung oleh pendanaan awal sebesar dua juta dollar AS (30,75 miliar rupiah) dari pemerintah Amerika Serikat.

Sebelumnya, Biden dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, Nguyen Phu Trong, di Hanoi, Vietnam, pada 10 September, mengumumkan peningkatan hubungan kedua negara menjadi kemitraan strategis komprehensif.

Departemen Luar Negeri AS, Selasa (12/9), mengumumkan kemitraan baru AS dengan pemerintah Vietnam untuk menjajaki peluang menumbuhkan dan mendiversifikasi ekosistem semikonduktor global.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan kemitraan yang dijalin di bawah Dana Keamanan dan Inovasi Teknologi Internasional (ITSI), yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang CHIPS pada 2022 tersebut akan membantu menciptakan nilai rantai pasokan semikonduktor global yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.

"Vietnam menunjukkan potensi sebagai mitra dalam memastikan rantai pasok semikonduktor yang beragam dan tangguh," kata Deplu AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.