Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akhir Era Bahan Bakar Fosil Semakin Dekat

📅 Rabu, 13 Sep 2023, 00:03 WIB | Oleh:
Akhir Era Bahan Bakar Fosil Semakin Dekat Doc: SIMON MAINA/AFP
Ket. Kepala IEA, Fatih Birol

PARIS - Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) baru-baru ini untuk kali yang pertama memproyeksikan bahwa konsumsi bahan bakar fosil akan mencapai puncaknya sebelum 2030. Pemanfaatan bahan bakar kotor tersebut akan mengalami penurunan permanen seiring dengan diberlakukannya kebijakan iklim global.

Seperti dilansir oleh The Guardian, meskipun penggunaan bahan bakar fosil menurun, namun penurunan suhu Bumi diperkirakan tidak akan cukup tajam guna menempatkan dunia pada jalur yang tepat untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 Celsius di atas suhu pada masa pra-industri, yang dianggap penting untuk menghindari bencana iklim.

Laporan prospek energi IEA yang berpengaruh juga akan diterbitkan bulan depan, akan menunjukkan bahwa minyak, gas, dan batu bara akan mencapai puncaknya pada dekade ini berdasarkan kebijakan iklim yang ada, lebih awal dari yang diperkirakan banyak orang.

Kepala IEA, Fatih Birol, pada Selasa (12/9), menulis di Financial Times bahwa proyeksi tersebut akan menunjukkan bahwa "dunia berada di titik puncak titik balik yang bersejarah". "Puncak pada ketiga bahan bakar fosil merupakan pemandangan yang menggembirakan, menunjukkan bahwa peralihan ke sistem energi yang lebih bersih dan aman semakin cepat dan upaya untuk menghindari dampak terburuk perubahan iklim mengalami kemajuan," tulis Birol.

Birol mengatakan lonjakan bahan bakar fosil yang lebih cepat dari perkiraan terutama didorong oleh "pertumbuhan spektakuler" energi ramah lingkungan, termasuk panel surya dan kendaraan listrik.

Dia juga menyebutkan adanya pergeseran struktural dalam perekonomian Tiongkok, menjauhi industri berat yang boros energi, dan semakin cepatnya transisi Eropa dari penggunaan gas setelah invasi Russia ke Ukraina.

Kendati demikian, Birol mengatakan perkiraan penurunan tersebut "tidak cukup tajam untuk menempatkan dunia pada jalur membatasi pemanasan global hingga 1,5 Celsius".

"Hal ini memerlukan tindakan kebijakan yang jauh lebih kuat dan lebih cepat dari pemerintah," tambahnya.

Pada awal tahun ini, Birol memperingatkan produsen minyak besar untuk memberikan perhatian yang cermat terhadap laju perubahan. "Dan mengalibrasi keputusan investasi mereka terhadap perkiraan penurunan permintaan bahan bakar fosil," katanya.

Transisi ke EBT

Menanggapi proyeksi IEA itu, pengamat energi terbarukan dari Universitas Brawijaya, Malang, Suprapto, mengatakan perkiraan itu sangat wajar dan rasional mengingat saat ini dunia berada dalam proses transisi ke energi baru terbarukan (EBT), sekaligus untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim.

"Proyeksi tersebut sebenarnya tidak mengagetkan karena sekarang memang negara-negara sedang bersama-sama mengejar target iklim, meskipun kadang-kadang belum sesuai harapan," kata Suprapto.

Kondisi itu diperparah dengan krisis energi dampak konflik Russia dan Ukraina yang jadi pelajaran dan mendorong negara-negara lebih serius melakukan transisi. "Kita berharap pemerintah juga ikut merespons prediksi IEA ini dengan melancarkan transisi dengan berbagai regulasinya," tutur Suprapto.

Ahli strategi lembaga pemikir Carbon Tracker, Kingsmill Bond, seperti dikutip dari New Scientist, mengatakan tenaga angin dan surya yang semakin murah membuat penurunan harga batu bara, minyak, dan gas tidak dapat dihentikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.