Studi: Terumbu Karang Akan Punah jika Pemanasan Global Melebihi 2 Derajat Celsius
📅 Senin, 11 Sep 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: HANDOUT / CHARLES DARWIN FOUNDATION / AFP
SINGAPURA - Hasil studi terbaru para peneliti Nanyang Technological University (NTU) di Singapura dan Macquarie University di Australia menyebutkan meskipun ekosistem pesisir dunia, seperti terumbu karang dan hutan bakau dapat membantu mencegah kenaikan permukaan laut, spesies ini tidak akan mampu bertahan hidup jika pemanasan global melebihi 2 derajat Celsius.
Dikutip dari The Straits Times, jika suhu mencapai 3 derajat Celsius, permukaan air laut akan naik hampir 7 milimeter per tahun, menyebabkan hampir seluruh hutan bakau dan pulau-pulau terumbu karang tidak dapat bertahan hidup. Sekitar 40 persen rawa pasang surut tidak akan bertahan. Saat ini, laju kenaikan permukaan air laut berkisar 4 mm per tahun.
Jika pemanasan global dapat dibatasi pada 2 derajat Celcius, 70 persen hutan bakau masih mempunyai peluang untuk bertahan hidup, dan sekitar 95 persen rawa pasang surut dan pulau-pulau karang akan terus tumbuh subur.
Dengan menggunakan data permukaan air laut dari Zaman Es terakhir ketika gletser berada pada titik maksimum di seluruh dunia, para peneliti menemukan bahwa kenaikan permukaan air laut akan menghancurkan habitat pesisir dalam 30 tahun ke depan. Sejauh ini suhu dunia telah memanas hampir 1,2 derajat Celcius.
Direktur Earth Observatory of Singapore (EOS) NTU, Benjamin Horton, mengatakan hutan bakau dan terumbu karang di Singapura telah membantu mengurangi dampak energi gelombang, melindungi garis pantai, dan berfungsi sebagai habitat bagi berbagai macam jenis makhluk hidup.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Upaya perlindungan dan restorasi mangrove juga sedang dilakukan, namun kenaikan permukaan air laut dapat mengancam seluruh kemajuan ini," katanya.
"Meskipun EOS berupaya mengukur ambang batas kelangsungan hidup dan titik kritis ekologis hutan bakau dan terumbu karang di Singapura, upaya harus dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca global dengan cepat," tambahnya.
Permukaan Air Laut Naik
Sebaiknya Anda baca juga:
Mangrove, meskipun efektif dalam mengimbangi kenaikan permukaan air laut karena akarnya dapat memerangkap sedimen yang dibawa oleh air pasang, namun tidak akan mampu bertahan jika terus-menerus terendam air.
Demikian pula, kenaikan suhu laut dapat menyebabkan terumbu karang memutih dan kemudian mati.
Horton mengatakan data ini akan membantu penelitian untuk menilai kelayakan jangka panjang dari solusi berbasis alam. Studi ini didanai oleh Program Sains Perubahan Iklim Kelautan Dewan Taman Nasional.
"Kami juga mengkaji dampak ekonomi dari skenario kenaikan permukaan laut yang berbeda-beda terhadap adaptasi wilayah pesisir. Saat ini, dampak ekonominya sebagian besar masih belum diketahui," tambahnya.
Makalah tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature pada tanggal 31 Agustus, menemukan lebih dari 17.000 tahun yang lalu, permukaan air laut sangat rendah, sekitar 120 meter lebih rendah dari sekarang, sehingga orang dapat berjalan kaki dari Singapura ke Indonesia atau Filipina.
Namun ketika Zaman Es terakhir berakhir 11.700 tahun yang lalu, peningkatan suhu menyebabkan permukaan laut naik dengan cepat, rata-rata satu meter per abad.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!