Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Budaya Patriarki Dinilai Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Jepang

📅 Senin, 11 Sep 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budaya Patriarki Dinilai Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Jepang Doc: The Conversation/Shutterstock/Siriwat Sriphojaroen
Ket. Pemandangan jalanan di Tokyo.

Sarah Parsons, SOAS, University of London

Perekonomian Jepang tengah berada di bawah tekanan, disebabkan mulai dari kenaikan harga energi dan biaya pertahanan sampai dampak pandemi. Menurunnya tingkat kelahiran dan populasi yang menua semakin mengancam keberlanjutan pasar tenaga kerjanya. Sebuah studi tahun 2023 oleh think-tank independen, Recruit Works Institute, memprediksi bahwa Jepang akan kekurangan pasokan tenaga kerja sebesar 3,41 juta orang pada tahun 2030, dan lebih dari 11 juta pada tahun 2040.

Ketidaksetaraan gender menjadi tekanan paling signifikan.

Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat dan tenaga kerja yang inklusif gender akan mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, Jepang ternyata menunjukkan tingkat kesetaraan gender terendah di antara negara-negara G7.

Berdasarkan Global Gender Report terbaru oleh Forum Kesehatan Ekonomi Dunia, peringkat kesetaraan gender Jepang merosot menjadi salah satu yang terendah, terutama terkait perempuan dalam posisi kepemimpinan.

Perdana Menteri Fumio Kishida baru-baru ini menyatakan bahwa Jepang perlu segera menaikkan angka kelahiran. Ia pun berjanji untuk meningkatkan persentase perempuan di sektor eksekutif perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa saham Tokyo, dari 11,4% menjadi 30% atau lebih, pada tahun 2030. Rancangan kebijakan yang dirilis pada bulan Juni menunjukkan bahwa hal ini akan dicapai melalui kuota kepemimpinan yang diberlakukan secara legal pada perusahaan yang terdaftar.

Jepang telah berkali-kali mencoba menerapkan kebijakan yang mendorong kesetaraan gender, tetapi hampir selalu gagal. Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian saya, hal ini karena adanya norma gender yang tertanam kuat dalam masyarakat Jepang.

Sosialisasi norma gender

Norma gender dalam masyarakat Jepang terkait erat dengan hierarki patriarki yang secara historis berevolusi dari pengaruh Konfusianisme. Laki-laki dianggap berperan sebagai pencari nafkah dan kepala keluarga. Sebaliknya, perempuan dipandang sebagai istri dan pengasuh, yang harus tunduk pada kepala keluarga.

Anak-anak diajari norma-norma ini sejak usia dini. Penelitian menunjukkan bahwa guru pada tingkat prasekolah (setingkat TK) di Jepang memosisikan anak-anak dalam berbagai peran gender, salah satunya dengan mendorong cara bicara dan perilaku yang menurut mereka 'sesuai gender'.

Anak perempuan diajarkan berbicara dengan lembut dan bertindak dengan cara yang lucu dan tidak boleh mengancam. Sebaliknya, anak laki-laki diajarkan menggunakan bahasa dan perilaku yang lebih dominan. Buku anak-anak dan program TV berkontribusi melanggengkan pola dan perilaku linguistik hierarkis seperti ini.

Keyakinan dan nilai-nilai ini memengaruhi praktik perekrutan dan perilaku organisasi di tempat kerja di Jepang-menerapkan pola "pencari nafkah adalah laki-laki dan perempuan bergantung pada laki-laki".

Dari tahun 1945 hingga 1991, periode yang oleh para ekonom disebut sebagai tahun keajaiban ekonomi, sebagian besar perempuan Jepang diisolasi dari jalur karier kepemimpinan. Hal ini mengakibatkan rendahnya pelibatan perempuan Jepang dalam posisi pengambilan keputusan utama.

Saat ini, kepemimpinan masih dipandang sebagai lingkungan yang didominasi laki-laki, bahkan ketika membahas tentang isu pemberdayaan perempuan. Jepang adalah satu-satunya negara yang mengirim delegasi laki-laki ke pertemuan G7 baru-baru ini yang mendiskusikan tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.