Pentingnya ‘Green Skills’ untuk Hadapi Ancaman Perubahan Iklim
📅 Jumat, 08 Sep 2023, 13:17 WIB | Oleh: Tim PenulisUntuk mengantisipasinya, kita membutuhkan tenaga kerja beremisi rendah dan pembangunan berbasis sertifikasi atau pengukuran berkelanjutan. Pengukuran berkelanjutan ini bisa diaplikasikan ke dalam gaya hidup kaum muda melalui kompetensi hijau, seperti yang ditunjukkan dalam studi kolaborasi antara Clement Cabral dari Université Internationale de Rabat, Maroko dan Rajib Lochan Dhar dari Indian Institute of Technology Roorkee, India, tahun 2020.
Kompetensi yang dimaksud merupakan gabungan dari:
1. Pengetahuan hijau: pengetahuan yang berkaitan dengan lingkungan hidup seperti misalnya pengetahuan tentang praktik-praktik ramah lingkungan
2. Keterampilan hijau: keterampilan terkait lingkungan semisal keterampilan mengelola sampah
Sebaiknya Anda baca juga:
3. Sikap hijau: kecenderungan psikologis untuk mengevaluasi persepsi atau keyakinan mengenai lingkungan alam semisal sikap terhadap konservasi
4. Perilaku hijau: perilaku untuk melestarikan sumber daya, mencegah orang lain terlibat dalam degradasi lingkungan, memulai tindakan untuk melindungi lingkungan dan menghentikan kerusakan lingkungan
5. Kesadaran hijau: mengetahui dampak perilaku manusia terhadap lingkungan, contohnya kesadaran akan pembangunan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan memiliki kompetensi tersebut, kaum muda dapat mengurangi ketergantungannya terhadap sumber daya yang tidak terbarukan sehingga mengurangi biaya hidup yang harus dikeluarkan. Salah satu contohnya adalah mengurangi biaya untuk membeli barang karena memiliki keterampilan daur ulang, penggunaan kembali (reuse), dan desain ramah lingkungan.
Green skills ciptakan green jobs
Definisi green jobs masih diperdebatkan. Namun, organisasi buruh International Labour Organization (ILO), dan badan PBB yang mengurusi isu lingkungan yaitu UN Environment Programme (UNEP), di tahun 2008, membuat satu pengertian tentang green jobs yakni sebuah usaha atau seperangkat tanggung jawab seseorang (termasuk wirausaha) yang berdampak minimum terhadap lingkungan dan menjaga keberlangsungannya.
Green jobs memiliki dampak bagi pembangunan ekonomi bangsa, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan ketenagakerjaan pemuda. Bahkan, green jobs telah mengubah arah dan pemetaan bursa kerja dunia, yang tentunya semakin mendorong masyarakat dan komunitas global untuk beraksi bersama menurunkan emisi karbon atau aksi penyelamatan dari ancaman krisis iklim lainnya.
Lai Chee Sern,, dosen dari Universiti Tun Hussein Onn
Malaysia, mengemukakan bahwa sepuluh green skills yang paling sering bersinggungan dengan green jobs, adalah keterampilan mendesain, kepemimpinan, keterampilan manajemen, keterampilan terkait energi, keterampilan perencanaan kota, keterampilan lansekap, keterampilan komunikasi, keterampilan pengelolaan limbah, keterampilan pengadaan barang dan jasa, dan keterampilan finansial.
Dalam pelaksanaannya, peran dan arah keterampilan hijau ini masih harus diselaraskan dengan kebutuhan industri. Untuk memastikan keselarasan ini, Lai Chee Sern juga menyarankan adanya perbaikan kurikulum yang memasukkan green skills dan ketersediaan dari pelatihan-pelatihan yang mengajarkan keterampilan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!