Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Delapan Bulan Terakhir Harga Beras Melonjak 8 Persen

📅 Kamis, 07 Sep 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Delapan Bulan Terakhir Harga Beras Melonjak 8 Persen Doc: ISTIMEWA
Ket. DWIJONO HADI DARWANTO Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta - Saya sudah berulangkali ingatkan, irigasi kita rusak hampir merata sampai 60 persen. Kita tidak bisa mengharapkan impor di tengah perubahan iklim. Mesti benahi irigasi dan pembibitan.

» Ada peralihan konsumsi dari nonberas ke beras karena dampak El Nino, terutama di Indonesia Timur.

» El Nino menyebabkan luasan panen berkurang, mendorong produksi beras turun dan akhirnya yang berlaku adalah hukum supply and demand.

JAKARTA - Harga beras di pasaran sudah melonjak tinggi melampui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional. Data panel harga pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) rata-rata harga beras kualitas medium di pedagang eceran secara nasional per posisi Rabu (6/9) telah tembus 12.550 rupiah per kilogram.

Padahal, pemerintah menetapkan HET beras medium dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No 7/2023 hanya di kisaran 10.900-11.800 rupiah per kilogram tergantung wilayah.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lonjakan harga beras eceran pada Agustus 2023 mencapai 1,43 persen (month to month) dan naik 13,76 persen (year on year). Adapun selama 8 bulan terakhir sejak Januari 2023, harga beras mengalami inflasi 7,99 persen (ytd).

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dwijono Hadi Darwanto, mengatakan tidak mengherankan jika harga beras di pasar pada masa sekarang naik tinggi. Sebab, El Nino membuat produksi beras Tanah Air tertekan di mana puncaknya terjadi pada Agustus-September.

"Tapi menurut Bapanas, kita punya stok beras impor 1,6 juta ton dan masih ada lagi 400 ribu ton yang masih dalam perjalanan. Distribusi stoknya harus dipercepat. Yang terpenting produksi beras pasca-El Nino nanti kita bisa meningkat," papar Dwijono.

Dari data konsumsi beras, yang menarik dicermati adalah peningkatan konsumsi beras. Dwijono menduga ada peralihan konsumsi dari nonberas ke beras karena dampak El Nino. Indonesia Timur yang biasa konsumsi sagu karena sagu di hutan tidak panen maka saat ini mereka mengonsumsi beras.

Menurut Dwijono, yang terpenting adalah justru terus mencermati data produksi pangan nasional, baik beras maupun nonberas. Beras di Jawa produksinya harus meningkat di tahun depan. Dan hal itu memerlukan perbaikan irigasi yang sangat intensif.

"Saya sudah berulangkali ingatkan, irigasi kita rusak hampir merata sampai 60 persen. Kita tidak bisa mengharapkan impor di tengah perubahan iklim. Mesti benahi irigasi dan pembibitan," tandas Dwijono.

Merasakan Keuntungan

Sementara itu, pakar pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan petani harus diberi kesempatan merasakan keuntungan yang layak dari situasi kenaikan harga beras. Untuk itu, ia mengusulkan agar pemerintah melalui Badan Pangan Nasional menerapkan kebijakan HET Terkoreksi.

El Nino menyebabkan luasan panen berkurang, mendorong produksi beras turun. Akhirnya yang berlaku adalah hukum supply and demand, permintaan lebih tinggi dari persediaan barang. Maka wajar jika dalam kondisi hukum pasar perilaku seperti ini petani menuntut HET ditiadakan, karena mereka juga ingin merasakan keuntungan, sama dengan jenis bisnis perdagangan lainnya.

Sesungguhnya, kebijakan HET adalah fungsi pemerintah dan BI dalam menekan inflasi. Maka sebaiknya dengan kondisi sekarang ini Badan Pangan Nasional merekomendasikan kebijakan "Floating HET" atau HET Terkoreksi, agar petani bisa merasakan hasil kerja keras sekaligus konsumen terlindungi dari kenaikan yang berlebihan, tiap bulan pemerintah dapat mengoreksi HET sesuai perkembangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.