Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Ungkap Hambatan Anak Pengungsi Sulit Bersekolah di Indonesia

📅 Senin, 04 Sep 2023, 13:22 WIB | Oleh: Tim Penulis

4. Motivasi untuk bersekolah

Penelitian kami juga menemukan bahwa motivasi anak-anak untuk bersekolah merupakan faktor kunci kesuksesan mereka untuk tetap bersekolah hingga selesai.

Ada dua faktor penting yang memengaruhi motivasi anak-anak pengungsi: penerimaan siswa lokal dan kemampuan bahasa guru sekolah. Kedua faktor ini harus ada dalam pembelajaran anak untuk memastikan kestabilan motivasi anak-anak pengungsi.

Di Batam dan Makassar, banyak anak pengungsi yang tidak bersekolah karena orang tua mereka takut anak mereka tidak diterima-karena perbedaan ras, hambatan bahasa, dan ketertinggalan dalam belajar.

Mereka juga meragukan manfaat jangka panjang dari pendidikan dengan kurikulum wajib yang sangat spesifik Indonesia seperti Pendidikan Pancasila dan kesenian daerah yang tidak akan digunakan setelah penempatan di negara ketiga.

Apa yang diharapkan untuk selanjutnya

Ke depannya, kita perlu membantu sekolah-sekolah untuk menyambut para siswa pengungsi dengan lebih baik-dan membuat keluarga pengungsi sadar akan dukungan yang tersedia di sekolah-sekolah ini.

Pemerintah pusat dan daerah juga perlu menyediakan kerangka kerja regulasi yang memungkinkan akses anak-anak pengungsi terhadap layanan pendidikan agar selaras dengan kepentingan nasional dan komitmen global Indonesia terhadap pengungsi.

Kita juga harus tetap mempertahankan kemitraan organisasi-organisasi internasional dengan pemerintah Indonesia untuk menjembatani kesenjangan komunikasi tentang cara mengakses pendidikan selama masa persinggahan mereka di Indonesia.

Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa InggrisThe Conversation

Rizka Fiani Prabaningtyas, Peneliti dalam bidang Hubungan Internasional dan Isu Migrasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Athiqah Nur Alami, Researcher, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Faudzan Farhana, Peneliti (researcher), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Tri Nuke Pudjiastuti, Researcher of international migration at Research Canter for Politics (PRP-BRIN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.