Dampak Tewasnya Prigozhin bagi Pemerintah Rusia dan Nasib Perang di Ukraina
📅 Sabtu, 02 Sep 2023, 13:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/Danila2332
Jonathan Jordan, Indonesian Institute of Advanced International Studies (INADIS)
Tanggal 23 Agustus 2023, dunia dikejutkan dengan kabar tewasnya pemilik kelompok paramiliter Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, dan pendiri Wagner Group itu sendiri, Dmitry "Wagner" Utkin dalam kecelakaan pesawat di Tver, setengah jalan antara Moskow dan St. Petersburg, Rusia. Tewasnya Prigozhin dan Utkin baru dikonfirmasi beberapa hari kemudian setelah jenazah mereka diidentifikasi.
Kematian mereka terjadi dua bulan setelah pemberontakan yang dilancarkan Prigozhin terhadap Kementerian Pertahanan Rusia. Prigozhin sempat menyalahkan Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia, Sergei Shoigu, dan Kepala Staf AB Rusia, Valery Gerasimov, atas kegagalan militer Rusia di Ukraina.
Berakhir tragisnya sepak terjang Prigozhin menambah panjang sejarah pemberontakan-pemberontakan gagal di Rusia, mulai dari pemberontakan Stenka Razin (1667-1671), pemberontakan Pugachev (1773-1775), pemberontakan Desembris (1825), hingga Revolusi Rusia pertama (1905-1907).
Penyebab kecelakaan pesawat tersebut masih menjadi misteri. Diyakini ada dalang besar di baliknya. Namun, terlepas dari siapa sebenarnya dalang pembunuhan Prigozhin, kematiannya akan berdampak serius pada perkembangan perang di Ukraina dan politik domestik Rusia sendiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi Ukraina, ini bisa menjadi kesempatan untuk menggerakkan serangan balik terhadap Rusia. Bagi Rusia, ini akan menjadi pertaruhan bagi Presiden Vladimir Putin, yang dikabarkan akan maju kembali pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Rusia pada Maret 2024 mendatang.
Siapa itu Prigozhin?
Prigozhin sebenarnya adalah sahabat dekat Putin sejak Putin meniti karier sebagai pejabat di St. Petersburg pada dekade 1990-an. Sejak Putin menjadi Presiden, Prigozhin merupakan salah satu pengusaha yang mendukungnya, terutama dengan menyediakan jasa katering bagi rombongan Putin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengaruh Prigozhin menguat setelah pecahnya konflik di Ukraina timur pada 2014, ketika ia membiayai tentara bayaran Wagner Group yang kemudian menyebar ke Suriah dan Afrika. Sejak itu, Prigozhin menjadi salah satu orang paling berpengaruh dalam proyeksi kekuatan Rusia di kawasan-kawasan lain. Dalam serangan Rusia ke Ukraina sejak 2022, Wagner Group juga membantu pasukan Rusia dalam melancarkan operasi militernya.
Namun, Prigozhin mengkritik militer resmi Rusia, terutama Menhan Shoigu, atas inefisiensi birokrasi dan korupsi yang dianggap menghambat pasukan Rusia di Ukraina dan memakan banyak korban jiwa tentara Wagner. Hal inilah yang ia jadikan justifikasi untuk melancarkan pemberontakan terhadap Kementerian Pertahanan Rusia bulan Juni lalu.
Teka-teki kematian Prigozhin
Kematian Prigozhin meninggalkan teka-teki tentang apa yang akan terjadi setelahnya.
Sebagian besar sumber Barat melihat kematian Prigozhin sebagai balas dendam Putin atas apa yang ia anggap sebagai "pengkhianatan yang tidak bisa dimaafkan".
Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, membantah keterlibatan Putin dalam kematian Prigozhin, sedangkan Putin sendiri menyebut Prigozhin sebagai "pengusaha sukses, namun melakukan banyak kesalahan".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!