Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ganjar Pranowo Usul Anggaran Industri Kreatif Perlu Dinaikkan

📅 Jumat, 01 Sep 2023, 00:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ganjar Pranowo Usul Anggaran Industri Kreatif Perlu Dinaikkan Doc: ANTARA/Genta Tenri Mawangi
Ket. Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo membagikan pemikirannya terkait industri kreatif di Indonesia dalam acara “Road to IdeaFest 2023” di Jakarta, Kamis (31/8/2023).

Jakarta - Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo mengusulkan alokasi anggaran untuk industri kreatif perlu dinaikkan karena potensinya yang dapat memperkuat perekonomian nasional.

Ganjar, saat menjadi pembicara "Road to IdeaFes 2023" di Jakarta, Kamis (31/8), menyebut alokasi APBN untuk industri kreatif saat ini masih sekitar Rp3,6 triliun atau 0,16 persen dari total nilai APBN.

"(Porsi APBN untuk ekonomi kreatif, red.) sangat mungkin sekali ditingkatkan," kata Ganjar di acara itu.

Dia menjelaskan hasil dari diskusinya dengan beberapa pelaku industri kreatif menyimpulkan mereka butuh dukungan pembiayaan dari pemerintah, terutama untuk mendanai penyelenggaraan acara-acara berskala nasional, misalnya festival-festival musik atau kebudayaan.

"Cuma keluhannya (para pelaku industri) sama, dukungan pemerintah. Makanya, dukungan apa yang diperlukan? Uang. Maka, perlubudget, perlu anggaran, untuk bisa membuka ruang festival agar industri kreatif kita bisa muncul," kata Ganjar Pranowo, yang saat ini masih aktif sebagai Gubernur Jawa Tengah.

Dia pun mengusulkan empat solusi untuk memperkuat industri kreatif di Tanah Air.

Pertama, pemerintah termasuk juga masyarakat pada umumnya perlu lebih menghargai karya para seniman dengan meningkatkan edukasi dan kesadaran mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

"Kedua memberikan kemudahan perizinan, karena izin ini sulit sekali," kata Ganjar.

Solusi ketiga, Ganjar melanjutkan, membuat program pencarian bakat (talent scouting) pelaku industri kreatif di Indonesia atau anak-anak muda kreatif yang punya bakat untuk mendunia.

"Perlu dibuat peluang agar mereka bisa mendunia dan ini bisa dilakukan kolaborasi. Kita menyekolahkan anak-anak berbakat ke luar atau mengundang guru ke dalam atau menaikkan yang sudah benar-benar mereka menjadi yang sangat profesional," kata dia.

Terakhir, Ganjar mengusulkan membentuk program yang dapat menjadikan para seniman seperti halnya diplomat yang salah satu tugasnya menjadi duta memperkenalkan industri ekonomi kreatif Indonesia ke masyarakat dunia.

"Banyak seniman kita hebat berkelas dunia, kenapa kita tidak memanfaatkan itu. Mereka dipuja di seluruh dunia dan itu pasti akan menjadibrand, tidak hanya untuk dirinya, tapi kalau kita tarik untuk negara, kita bisa berkolaborasi menyampaikan pesan tentang Indonesia keluar," kata Ganjar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.