Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kanada Mencatat Kasus Pertama Varian Virus Korona yang Sangat Bermutasi

📅 Kamis, 31 Agu 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Kanada Mencatat Kasus Pertama Varian Virus Korona yang Sangat Bermutasi Doc: ISTIMEWA
Ket. Varian BA.2.86 diperkirakan lebih mampu menyebabkan infeksi pada orang yang sebelumnya pernah mengidap Covid-19 atau sudah mendapat vaksin pencegahan.

OTTAWA - Kanada pada Selasa (29/8) telah mendeteksi kasus pertama infeksi virus korona dari varian Omicron BA.2.86 yang sangat bermutasi pada seseorang di British Columbia yang belum pernah bepergian ke luar Provinsi Pasifik.

Menurut dokter terkemuka di provinsi tersebut, Bonnie Henry, dan Menteri Kesehatan, Adrian Dix dalam pernyataan bersama, orang tersebut tidak dirawat di rumah sakit, dan keberadaan virus BA.2.86 tidak mengubah risiko terhadap orang-orang di British Columbia.

"Bukan hal yang tidak terduga jika BA.2.86 muncul di Kanada dan provinsi tersebut. Covid-19 terus menyebar secara global dan virus terus beradaptasi," kata mereka.

Dikutip dari The Straits Times, silsilah BA.2.86, pertama kali terdeteksi di Denmark pada Juli, membawa lebih dari 35 mutasi pada bagian-bagian penting virus dibandingkan dengan XBB.1.5, varian dominan sepanjang 2023.

Amerika Serikat, Swiss, dan Israel juga mencatat kasus varian baru tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS pekan lalu mengatakan varian BA.2.86 mungkin lebih mampu menyebabkan infeksi pada orang yang sebelumnya pernah menderita Covid-19 atau yang telah menerima vaksin pencegahan.

Pertahanan Kekebalan

Para ilmuwan mengatakan bahwa meskipun penting untuk memantau BA.2.86, hal ini tidak mungkin menyebabkan gelombang penyakit parah dan kematian yang menghancurkan mengingat pertahanan kekebalan yang dibangun di seluruh dunia akibat vaksinasi dan infeksi sebelumnya.

Otoritas kesehatan Kanada telah mencatat peningkatan infeksi Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, meskipun aktivitas virus masih relatif rendah, menurut Health Canada dalam pembaruan mingguan pada hari Selasa sebelumnya.

Sebelumnya diberitakan varian baru Covid-19 bernama BA.2.86 teridentifikasi di Israel untuk pertama kalinya, seperti dilansir media setempat pada Minggu (20/8).

Penyiar Israel Public Broadcasting Organization (KAN) membenarkan kehadiran varian tersebut, yang sekaligus menandai kasus keempat yang diketahui di seluruh dunia. Sebelumnya kasus serupa di Amerika Serikat, Inggris dan juga Denmark.

Dikatakan bahwa banyaknya jumlah mutasi yang dibawa varian baru BA.2.86 dapat menyebabkan vaksin menjadi tidak ampuh yang lantas mengkhawatirkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Sebelumnya WHO menetapkan BA.2.86 sebagai "varian di bawah pengawasan" lantaran banyaknya mutasi yang ditimbulkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.