Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inovasi Terkini dari Jepang bagi Penderita Rabun Jauh

📅 Selasa, 29 Agu 2023, 14:25 WIB | Oleh:
Inovasi Terkini dari Jepang bagi Penderita Rabun Jauh Doc: istimewa
Ket. HOYA memperkenalkan dan membahas detail teknologi dan uji klinis DIMS pada lensa terapi MiYOSMART kepada Dokter Spesialis Mata di seminar INARVOS.

JAKARTA - Pada Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) ke-48 yang dilaksanakan belum lama ini, produsen lensa kacamata dari Jepang, HOYA Vision Care memperkenalkan produk hasil inovasi terkini pada Forum MiYOSMART.

Lensa terapi Myopia atau rabun jauh ini diperkenalkan kepada dokter-dokter spesialis mata yang mengikuti rangkaian seminar Indonesian Refraction and Vision Optimization Society (INARVOS).

"Di forum ini, HOYA memperkenalkan dan membahas detail teknologi dan uji klinis DIMS (Defocus Incorporated Multiple Segments) pada lensa terapi MiYOSMART kepada Dokter Spesialis Mata di seminar INARVOS. Ini pertama kalinya kami terlibat di PIT Perdami. Kami berharap bisa terus mengikuti agenda pertemuan ilmiah ini untuk tahun-tahun berikutnya," kata Managing Director HOYA Indonesia, Dodi Rukminto dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/8).

Ia menambahkan MiYOSMART merupakan lensa kacamata dengan uji klinis terpanjang di dunia, yakni selama enam tahun. Uji klinis ini merupakan tahapan penting untuk membuktikan efektivitas, keamanan, dan gambaran efek samping sebuah produk kesehatan.

Dirancang dengan menggunakan teknologi Defocus Incorporated Multiple Segments (DIMS), uji klinis bersifat acak atau biasa disebut randomized controlled trials (RCT). RCT merupakan level tertinggi uji klinis karena dirancang agar tidak memiliki bias dan memiliki risiko kesalahan sistematik yang lebih kecil

"Dari uji klinis yang telah dilakukan, dibuktikan bahwa teknologi DIMS pada MiYOSMART dapat menahan laju pertumbuhan myopia hingga 60 persen dan tidak menunjukkan efek rebound bagi pemakainya," katanya.

Pada forum tersebut, HOYA menghadirkan Global Head, Professional Affairs & Education, May Zhang, M.D, Ph.D. sebagai narasumber yang menjelaskan secara detail tentang cara kerja, teknologi, hingga hasil uji klinis dari lensa terapi ini kepada para dokter spesialis mata Indonesia dengan subspesialis refraksi.

"Informasi yang disampaikan malam ini menambah wawasan kami sebagai dokter spesialis mata yang concern-nya kelainan refraksi khususnya myopia. Banyak orang mencari solusi untuk mengatasi myopia dan uji klinis yang komprehensif menjadikan lensa ini sebagai opsi kontrol myopia yang menjanjikan," kata ketua INARVOS dr Susanti Natalya Sirait, SpM(K),MKes.

Seperti yang diketahui myopia atau mata minus apabila pertumbuhannya tidak terkendali, dapat menyebabkan permasalahan mata yang lebih serius seperti katarak, glukoma, ablasi retina, dan degenerasi makula di kemudian hari.

Karena itu, pentingnya intervensi dini terhadap myopia khususnya pada anak. Opsi terapi myopia bagi anak yang dianggap paling mudah adalah menggunakan lensa kacamata. Selain mampu mengoreksi dan menghadirkan penglihatan yang jelas, lensa kacamata terapi ini dapat menahan pertumbuhan myopia pada anak secara bersamaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Ekonomi
Upaya Percepatan Pemulihan ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.