Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bayer: Terapi Stem Cell Ringankan Gejala Parkinson dalam Uji Coba Awal

📅 Senin, 28 Agu 2023, 14:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bayer: Terapi Stem Cell Ringankan Gejala Parkinson dalam Uji Coba Awal Doc: CNA/REUTERS/Wolfgang Rattay
Ket. Logo Bayer AG di Leverkusen, Jerman, 27 Februari 2019.

FRANKFURT - Bayer mengatakan terapi sel induk (stem cell) eksperimental yang dikembangkan oleh anak perusahaannya di AS, BlueRock, telah menunjukkan tanda-tanda meringankan gejala penyakit Parkinson dalam uji coba awal terhadap 12 pasien.

Produsen obat Jerman tersebut mengumumkan, uji coba tersebut telah berhasil dalam ringkasan singkatnya pada Juni. Ini adalah yang pertama untuk terapi sel induk Parkinson, namun rinciannya belum diungkapkan untuk konferensi medis.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (28/8) disebutkan, satu tahun setelah pengobatan, tujuh partisipan dengan dosis tinggi rata-rata memiliki waktu 2,16 jam lebih lama dengan gejala yang terkontrol dengan baik per hari dan waktu gejala yang memburuk menjadi 1,91 jam lebih pendek per hari bagi mereka.

Lima partisipan dengan dosis yang lebih rendah mengalami rata-rata 0,72 jam lebih lama per hari dengan gejala yang terkontrol dengan baik dan waktu gejala yang memburuk 0,75 jam lebih pendek per hari bagi mereka.

Perawatan ini dapat ditoleransi dengan baik tanpa masalah keamanan yang besar.

"Hasil positif dari uji klinis Fase I ini merupakan sebuah langkah maju yang jelas," kata Christian Rommel, kepala penelitian dan pengembangan obat Bayer.

Untuk terapi eksperimental BlueRock, para peneliti mengambil sel induk embrionik manusia yang berpotensi majemuk dan mengubahnya menjadi sel saraf penghasil dopamin.Mereka ditanamkan ke otak untuk memulihkan jaringan saraf yang dihancurkan oleh Parkinson.

Obat untuk mencegah sistem kekebalan menyerang sel-sel baru juga diberikan.

Hasilnya dipresentasikan pada Kongres Internasional Penyakit Parkinson dan Gangguan Gerakan di Kopenhagen, Denmark.

Perburuan pengobatan Parkinson, yang menyebabkan kurangnya molekul dopamin yang membantu mengatur beberapa fungsi dasar otak, telah mengalami banyak kemunduran selama beberapa dekade.

Sejumlah proyek penelitian di seluruh dunia, termasuk Bayer, baru-baru ini mengasah pendekatan transplantasi sel yang dimodifikasi untuk memulihkan area otak yang memproduksi dopamin.

Beberapa pekerjaan ini sedang dilakukan Universitas Cambridge di Inggris, Rumah Sakit Bundang CHA di Korea Selatan, Cyto Therapeutics dari International Stem Cell Corp di Australia, Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, Universitas Harvard di Amerika Serikat, dan Rumah Sakit Universitas Kyoto di Jepang.

Bayer menegaskan kembali pihaknya akan memajukan pengujian pada manusia ke tahap kedua dari tiga tahap.Pendaftaran pasien akan dimulai pada paruh pertama tahun 2024.

Parkinson, yang belum ada obatnya dan menyerang lebih dari 10 juta orang di seluruh dunia, menyebabkan kerusakan otak yang progresif.Gejala umumnya adalah hilangnya kendali otot, tremor, dan kekakuan otot, sementara demensia terlihat pada beberapa pasien.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.