Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Garin: Festival Lima Gunung Bertahan Lama Karena Modal Sosial

📅 Minggu, 27 Agu 2023, 22:20 WIB | Oleh:
Garin: Festival Lima Gunung Bertahan Lama Karena Modal Sosial Doc: ANTARA/Heru Suyitno
Ket. salah satu grup kesenian tampil dalam Festival Lima Gunung XXII di Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Minggu (27/8)

TEMANGGUNG -- Garin Nugroho mengatakan Festival Lima Gunung (FLG) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, bisa bertahan lama karena bermodal sosial, bukan modal ekonomi.

"Festival ini dengan pendekatan kebudayaan dan sosial sebagai panglima, sebagai titik tolak tumbuh maka dia hidup terus seiring kehidupan masyarakat, tetapi kalau politik dan ekonomi sebagai panglima dia hidup seiring dengan kekuasaan dan ketika ada uang," katanya di Magelang, Minggu.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri FLG XXII di Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.

Menurut dia festival yang berbasis masyarakat desa tersebut, meskipun mereka tidak panen pun semakin bagus festivalnya, karena orang ingin berbagi perasaan dan hal itu yang tidak ada di festival yang lain.

"Seluruh festival selalu dihitung dengan ekonomi, mendapat berapa dan berapa festival yang mati karena dihitung dengan ekonomi, tetapi festival ini dihitung dengan modal sosial dan dia hidup terus," katanya.

Pada penyelenggaraan FLG XXII tersebut sejumlah tokoh mendapat Lima Gunung Award, yakni Bhante Sri Pannavaro Mahathera (tokoh umat Buddha), Garin Nugroho, Franki Raden, Romo Yoso Soedarmo, Nani Topeng Losari, Wardah Hafidz, Suprapto Suryodarmo, Jaya Suprana, Amat Sukandar, H.H Ahmad Mustofa Bisri, Mei Kartawinata, dan Rastika.

Garin merasa bangga mendapatkan penghargaan Lima Gunung Award. Menurut dia penghargaan tersebut paling penting di antara penghargaan yang dia terima sebelumnya.

"Saya pernah mendapatkan penghargaan tertinggi dari pemerintah Prancis, Pemerintah Italia, Presiden RI, dan dari Sultan juga pernah, tetapi yang paling penting justru penghargaan dari desa, karena kehidupan seluruh bangsa itu tergantung pada peradaban desa," katanya.

Menurut dia peradaban desa itu yang menghidupkan sebuah bangsa sehingga penghargaan dari peradaban desa itu justru yang sangat penting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
PLN Libatkan 26 UMKM pada P...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.