Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko PMK Sebut Malaysia Tak Klaim Reog Ponorogo

📅 Sabtu, 26 Agu 2023, 01:05 WIB | Oleh:
Menko PMK Sebut Malaysia Tak Klaim Reog Ponorogo Doc: istimewa
Ket. KLAIM SOAL REOG -- Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, dalam konferensi pers terkait Reog Ponorogo, di Jakarta, Jumat (25/8).

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menyebut sejauh ini Malaysia tidak mengklaim Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO. Meski begitu, banyak perkumpulan Reog Ponorogo di Malaysia.

"Sudah ada jawaban dari pihak Malaysia bahwa Malaysia tidak melakukan klaim kalau Reog ini sebagai warisan budaya tak benda dari Malaysia," ujar Muhadjir dalam konferensi pers terkait Reog Ponorogo, di Jakarta, Jumat (25/8).

Dia mengatakan, pihaknya sedang berupaya penuh memberikan legitimasi bagi Reog Ponorogo agar dapat ditetapkan sebagai WBTB oleh UNESCO. Dia berharap, Reog Ponorogo dapat segera ditetapkan sebagai WBTB oleh Unesco.

"Jadi semuanya sudah clear, mudah-mudahan bagaimana agar Reog Ponorogo ini tentu saja akan menjadi prestige tersendiri kalau diakui sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia khususnya dari Ponorogo dan nanti akan dimanfaatkan untuk mendongkrak reputasi, citra, juga brand daripada Ponorogo sendiri," jelasnya.

Muhadjir mengungkapkan, berbagai rintangan telah diselesaikan termasuk persyaratan-persyaratan tersisa yang diminta oleh UNESCO. Termasuk mengenai persoalan yang mengganjal dalam penilaian terkait indikasi penggunaan bulu burung Merak dan kulit Harimau.

Dia menjelaskan, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo telah memberikan klarifikasi bahwa bulu burung merak yang dipakai merupakan bulu yang telah lepas secara alami dari peternakan burung merak yang dikelola oleh Pemkab Ponorogo. Sementara, kulit kambing menjadi alternatif penggunaan kulit harimau yang dibentuk sedemikian rupa oleh perajin Reog. "Dua persoalan itu saya pikir sudah clear. Sudah dijelaskan oleh Pemkab Ponorogo ke UNESCO," jelasnya.

Muhadjir mengatakan, ekosistem Reog Ponorogo telah terbentuk dengan baik yang merupakan hasil dari upaya Pemkab Ponorogo mulai dari pendidikan, event, kerajinan, hingga peternakan Merak untuk kerajinan Reog.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.