Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Srettha Berjanji akan Lakukan Perubahan

📅 Kamis, 24 Agu 2023, 02:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
PM Srettha Berjanji  akan Lakukan Perubahan Doc: AFP/Lillian SUWANRUMPHA
Ket. Upacara Resmi Kerajaan | Sejumlah jurnalis di ruang media menyaksikan PM Thailand yang baru, Srettha Thavisin (tengah), sedang mengikuti upacara resmi kerajaan dimana raja merestui ia untuk menjabat sebagai pemimpin di Negeri Gajah Putih itu pada Rabu (23/8).

BANGKOK - Perdana Menteri Thailand yang baru berjanji untuk membawa perubahan selama empat tahun. Hal itu diutarakan Srettha Thavisin ketika ia mulai menjabat pada Rabu (23/8).

Dikukuhkannya mantan raja properti dari Partai Pheu Thai sebagai PM pun mengakhiri kebuntuan politik selama berbulan-bulan setelah pemilihan umum pada Mei lalu.

Srettha, 61 tahun, pada Selasa (22/8) lalu dikonfirmasi menjadi PM melalui pemungutan suara di parlemen pada Selasa, hanya selang beberapa jam setelah mantan PM Thaksin Shinawatra kembali dari pengasingan dan langsung dipenjara atas tuduhan korupsi.

Pada Rabu, Srettha menerima perintah tertulis resmi dari Raja Maha Vajiralongkorn untuk membentuk pemerintahan dalam sebuah upacara di markas besar Pheu Thai pada pukul 18.00.

"Kebaikan negara adalah prioritas utama saya. Saya yakin empat tahun ke depan akan menjadi tahun perubahan, dan saya berjanji untuk bekerja tanpa kenal lelah," kata PM Srettha setelah menerima dukungan kerajaan.

"Pemerintahan di bawah Pheu Thai akan bekerja keras untuk menciptakan kebahagiaan bagi semua orang secara setara dan menjadikan Thailand sebagai tanah harapan bagi generasi muda," imbuh dia.

Pemimpin baru Thailand itu pun berjanji untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan ekonomi yang lesu dan pemulihan yang lemah dari pandemi, yang memukul industri pariwisata penting di negara kerajaan itu.

Usai upacara, mantan PM Prayut Chan-Ocha segera mengucapkan selamat kepada Srettha dan mendoakan yang terbaik untuknya.

Prayut menderita kekalahan telak dalam pemilu Mei lalu setelah Partai Move Forward (MFP) yang progresif memanfaatkan gelombang ketidakpuasan kaum muda dan urban terhadap pemerintahan yang didukung militer selama hampir satu dekade untuk memenangkan kursi terbanyak.

Rumor Kesepakatan

Selama dua dekade terakhir, politik Thailand diwarnai oleh perselisihan sengit antara partai-partai pro-Thaksin dan kelompok pro-militer dan royalis yang berkuasa di kerajaan tersebut.

Thaksin dipenjara selama delapan tahun pada hari Selasa, namun waktu kepulangannya, bersamaan dengan keputusan Pheu Thai untuk berbagi kekuasaan dengan partai-partai pro-militer, telah menyebabkan banyak orang berspekulasi bahwa kesepakatan rahasia telah dilakukan untuk memberi Thaksin keringanan hukuman, meskipun pihak menyangkalnya.

Pada Rabu, Thaksin, 74 tahun, dilaporkan telah dipindahkan dari fasilitas karantina penjara ke rumah sakit polisi. Media Thailand melaporkan bahwa dia ditempatkan di ruang VIP pribadi di Rumah Sakit Umum Kepolisian di pusat kota Bangkok. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.