Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan WFH Dinilai Mendesak untuk Pangkas Polusi Udara Jakarta, Apa Alasannya?

📅 Kamis, 24 Agu 2023, 12:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebijakan WFH Dinilai Mendesak untuk Pangkas Polusi Udara Jakarta, Apa Alasannya? Doc: ANTARA/Fauzan
Ket. Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan pada jam pulang kerja di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (9/5/2023).

Robby Irfany Maqoma, The Conversation

Polusi udara Jabodetabek menjadi perbincangan di mana-mana hingga membuat Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengadakan rapat terbatas soal ini pada pekan lalu. Hasilnya, Jokowi mengeluarkan lima instruksi, salah satu di antaranya adalah work from home (WFH) atau bekerja dari rumah.

Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, kemudian melaksanakan perintah tersebut dengan mengeluarkan kebijakan WFH bagi 50% aparatur sipil negara Ibu Kota. WFH berlangsung selama 21 Agustus - 21 Oktober 2023.

Kebijakan senada juga dikeluarkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Lembaga ini bahkan memberlakukan WFH hingga 75% dari total pegawainya.

Pakar ekonomi transportasi dan energi dari Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Alloysius Joko Purwanto, mengemukakan WFH adalah kebijakan yang mendesak. WFH layak menjadi 'jalan pintas' untuk memangkas polusi udara di Jakarta.

"Kalau kita mau jalan pintas, ya WFH ini kita memotong di sisi demand permintaan pergerakan. Ini langkah yang efektif untuk dibuat lebih serius, jadi cukup urgent," ujar Joko yang juga anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), kepada The Conversation.

Mengapa WFH penting dan mendesak?

Joko memulai argumennya dengan berkaca pada pembatasan pergerakan masyarakat dan kewajiban WFH bagi mayoritas pekerja saat pandemi COVID tahun 2020. Dia saat itu mengamati data kualitas udara di Jakarta membaik.

Sebaliknya, begitu pembatasan mengendur, polusi udara berangsur meningkat. Pada 14 - 20 Juni 2022, kualitas udara kota Jakarta secara berturut-turut berada di kategori "tidak sehat" (unhealthy) menurut situs pemantau kualitas udara IQAir.com. Perburukan kualitas ditandai peningkatan konsentrasi partikel debu (PM2.5) yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan, gangguan paru-paru, hingga gangguan kardiovaskular.

Riset dari Adhe Rizky Anugerah dari Universiti Putra Malaysia pada 2021, juga mengungkapkan temuan senada. Studi yang berbasiskan data kualitas udara DKI ini mengungkapkan penurunan material pencemar seperti Nitrogen Oksida atau NOx (7,5%), Sulfur Dioksida atau SOx (5,7%), dan Karbon Monoksida atau CO (39,9%) di seluruh wilayah Ibu Kota-kecuali Jakarta Utara. Ketiganya merupakan polutan utama yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor.

Selain berkaca dari kondisi pandemi COVID, Joko mengatakan WFH penting karena saat ini ketergantungan para pekerja terhadap kendaraan pribadi sangat tinggi.

Berkaca dari survei indikatif Dewan Transportasi Kota Jakarta ke 881 pekerja di Ibu Kota pada Mei lalu (belum dipublikasi), mayoritas responden (41%) masih menggunakan kendaraan pribadi sebagai moda transportasi utama. Ada juga 26% responden pengguna taksi atau ojek online yang-berdasarkan tingkat keterisiannya-dapat dianggap sebagai kendaraan pribadi.

"Sisanya hanya kendaraan umum. Ketergantungan kita pada kendaraan pribadi sangat tinggi untuk pergerakan setiap hari," kata Joko.

Pendapat tersebut juga menjadi simpulan dalam riset berbasiskan simulasi efektivitas WFH terhadap pengurangan polusi yang dilakukan di Barcelona, Spanyol, pada 2021. Riset ini menyatakan bahwa pemberlakuan WFH selama 2 - 4 hari dalam sepekan dapat mengurangi emisi NOx 4 - 10%.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.