Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Tetap Butuh Chip AI Meski AS Batasi Ekspor

📅 Selasa, 22 Agu 2023, 12:39 WIB | Oleh:

Kecepatan transfer yang lebih rendah di Tiongkok berarti bahwa pengguna chip di sana menghadapi waktu pelatihan yang lebih lama untuk sistem AI mereka daripada pelanggan Nvidia di tempat lain di dunia, batasan penting karena ukuran model telah bertambah.

Waktu pelatihan yang lebih lama meningkatkan biaya karena chip perlu mengonsumsi lebih banyak daya, salah satu pengeluaran terbesar dengan model besar. Namun, bahkan dengan batasan ini, chip H800 yang dijual di Tiongkok lebih kuat daripada yang tersedia di mana pun sebelum tahun ini, yang menyebabkan permintaan yang sangat besar.

Chip H800 lima kali lebih cepat daripada chip A100 yang merupakan GPU terkuat Nvidia, menurut Patrick Moorhead, analis chip AS di Moor Insights & Strategy.

Itu berarti, perusahaan-perusahaan internet Tiongkok yang melatih model AI mereka menggunakan chip-chip terbaik yang dibeli sebelum kontrol ekspor AS, masih dapat mengharapkan perbaikan besar dengan membeli semikonduktor terbaru, katanya.

"Tampaknya pemerintah AS tidak ingin menghentikan upaya AI Tiongkok, tetapi mempersulitnya," kata Moorhead.

Biaya-Manfaat

Banyak perusahaan teknologi Tiongkok masih dalam tahap pra-pelatihan model bahasa besar, yang membakar banyak kinerja dari masing-masing chip GPU dan menuntut kemampuan transfer data tingkat tinggi.

Hanya chip Nvidia yang dapat memberikan efisiensi yang diperlukan untuk pra-pelatihan, kata para insinyur AI Tiongkok.

Kinerja masing-masing chip seri 800, meskipun kecepatan transfernya melemah, masih unggul dibandingkan chip lainnya di pasar.

"GPU Nvidia mungkin tampak mahal, tetapi sebenarnya merupakan pilihan yang paling hemat biaya," kata seorang insinyur AI di perusahaan internet Tiongkok terkemuka.

Vendor GPU lain mengutip harga yang lebih rendah dengan layanan yang lebih tepat waktu, kata insinyur itu, tetapi perusahaan menilai bahwa biaya pelatihan dan pengembangan akan meningkat dan itu akan memiliki beban ketidakpastian tambahan.

Penawaran Nvidia mencakup ekosistem perangkat lunak, dengan platform komputasi Compute Unified Device Architecture, atau Cuda, yang didirikan pada 2006 dan telah menjadi bagian dari infrastruktur AI.

Analis industri percaya bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok akan segera menghadapi keterbatasan dalam kecepatan interkoneksi antara chip seri 800. Hal ini dapat menghambat kemampuan mereka menangani peningkatan jumlah data yang diperlukan untuk pelatihan AI dan mereka akan terhambat saat mempelajari lebih dalam penelitian dan pengembangan model bahasa besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.