Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Film 'Barbie' Memantik Kemarahan di Negara-negara Arab

📅 Selasa, 22 Agu 2023, 15:01 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ketika alur cerita terungkap, patriarki mengancam akan menginfeksi 'Barbieland' -- sebuah negeri utopia matriarkal di mana laki-laki bersantai di pantai sementara perempuan menduduki peran bergengsi.

Film ini telah membuat heboh Arab Saudi, negara di mana para aktivis perempuan masih menghadapi tuntutan atas unggahan di media sosial yang melanggar aturan berpakaian dan homoseksualitas dilarang di sebagian besar wilayah tersebut.

Restoran-restoran di ibu kota Riyadh memperkenalkan hidangan dan minuman yang terinspirasi Barbie ke dalam menu mereka.Tapi tidak semua orang terkesan.

Hanan Al-Amoudi, ibu empat anak asal Saudi yang sedang menunggu untuk menonton film lain di Dubai, mengatakan tidak tertarik menonton "Barbie".

"Saya mendukung kebebasan dan keterbukaan, tapi sehubungan dengan 'Barbie', saya dengar itu menantang maskulinitas," katanya sambil mengenakan abaya hitam dan niqab yang menutupi wajahnya.

"Bagi seorang pria yang menyerupai seorang wanita dengan memakai make-up, dan berpakaian (banci)... ini sesuatu yang saya tidak suka," katanya, mengacu pada karakter Ken yang flamboyan yang diperankan Ryan Gosling.

Putih dan Dangkal

Di Bahrain, "Barbie" telah memicu kemarahan pengkhotbah Islam Hassan Al-Husseini yang diikuti oleh jutaan orang di media sosial yang menyerukan agar film itu dilarang.

Dalam sebuah unggahan Instagram, ia mengkritik film itu karena "memberontak terhadap gagasan pernikahan dan peran sebagai ibu" dan menampilkan pria "tanpa kejantanan" atau menggambarkan mereka sebagai "monster".

Keberatan serupa juga diajukan di Kuwait, yang memblokir film itu dengan alasan "melindungi etika publik dan tradisi masyarakat".

Kuwait adalah satu-satunya negara Teluk Arab pada bulan ini yang melarang film horor Australia "Talk to Me" yang menampilkan aktor transgender tetapi tidak menyebutkan isu LGBTQ.

Orang Kuwait, bagaimanapun, masih bisa menonton "Barbie" melalui situs pembajakan atau bahkan dengan berkendara melintasi perbatasan ke Arab Saudi.

Wartawan Kuwait Sheikha Al-Bahaweed menyiarkannya secara online, tetapi kecewa karena dia merasa film itu tidak cukup feminis atau inklusif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.