Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Film 'Barbie' Memantik Kemarahan di Negara-negara Arab

📅 Selasa, 22 Agu 2023, 15:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Film 'Barbie' Memantik Kemarahan di Negara-negara Arab Doc: AFP/YASSER AL-ZAYYAT
Ket. Kuwait melarang film "Barbie" untuk alasan tradisi masyarakat dan etika publik.

DUBAI - Setelah dilarang di beberapa negara Arab, film "Barbie" memecah penonton di negara-negara Teluk yang konservatif.

Di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi - negara-negara yang tidak mengizinkan wanita mengemudi atau menonton bioskop hingga 2018 - penggemar mengantre dengan abaya merah muda, jubah tradisional yang menutupi seluruh tubuh, untuk menonton film hits ini.

Namun tidak semua orang merasa nyaman dengan perayaan emansipasi perempuan di wilayah di mana sikap terhadap pemberdayaan perempuan hanya berubah perlahan.

Sebuah foto yang direkayasa memperlihatkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed dalam jubah merah jambu disebarkan secara luas di media sosial, dan seorang pendakwah Bahrain yang populer mencerca apa yang dia anggap sebagai agenda progresif film tersebut.

Bahrain adalah salah satu negara Teluk yang menayangkan film "Barbie". Di Kuwait, film ini dilarang. Di Qatar atau Oman belum dirilis. Di Timur Tengah yang lebih luas, Aljazair dan Lebanon melarang.

"Kami tidak pernah membayangkan film seperti itu akan ditayangkan di negara-negara Teluk," kata Wadima Al-Amiri, seorang warga Emirat berusia 18 tahun, kepada AFP di sebuah bioskop Dubai yang penuh sesak. Ia menawarkan popcorn merah muda kepada penonton yang mengenakan pakaian berwarna senada.

Film yang dibuat oleh film maker feminis, Greta Gerwig, tidak memuat referensi LGBTQ secara eksplisit, namun secara halus mengacu pada topik keberagaman dan inklusi, serta menampilkan aktor transgender.

Di Dubai, yang menyebut dirinya sebagai pusat kosmopolitan Teluk, bioskop dihiasi dengan memorabilia dan bilik foto berbentuk kotak boneka.

Mounira, seorang warga Saudi berusia 30 tahun, bersama ketiga putrinya yang berpakaian merah jambu di sebuah teater Dubai.

"Jika film itu memuat prinsip atau konsep yang bertentangan dengan apa yang kami yakini, maka film itu tidak boleh ditayangkan di Arab Saudi atau di negara-negara Teluk lainnya," katanya kepada AFP.

"Tapi kami datang untuk memberi film ini kesempatan."

Menantang Maskulinitas

Media sosial dilanda kegilaan Barbie.Sebuah video Barbie raksasa yang dibuat secara digital di sebelah Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia, dibagikan oleh ribuan orang.

Pemberdayaan perempuan ditampilkan di awal film ini. Berbagai Barbie termasuk presiden, diplomat, dan hakim Mahkamah Agung, pekerjaan yang secara tradisional diserahkan kepada laki-laki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.