Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BNPB: Banjir di Musim Kemarau Jadi Fenomena Global

📅 Senin, 21 Agu 2023, 21:36 WIB | Oleh:
BNPB: Banjir di Musim Kemarau Jadi Fenomena Global Doc: Antara/Devi Nindy
Ket. Tangkapan layar - Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing diikuti di Jakarta, Senin (21/8).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian banjir di musim kemarau tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan telah menjadi fenomena global.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing diikuti di Jakarta, Senin, menjelaskan kejadian kebakaran hutan dan lahan serta banjir secara bersamaan telah terjadi di beberapa negara.

Pada kejadian karhutla, salah satu yang menjadi perhatian adalah kebakaran di negara bagian Hawaii, Amerika Serikat, yang membuat penduduk terpaksa terjun ke laut.

"Di Amerika, di Hawaii, kita tahu masyarakat harus terjun ke laut karena saking rapatnya blok-blok perumahan dan hampir seluruhnya blok perumahan yang terbakar. Sehingga tidak ada ruang untuk masyarakat bisa menghindari kecuali melompat ke laut," kata dia.

Abdul mencatat kejadian kebakaran secara global juga terjadi di Kanada dan Spanyol.

Masih di Amerika Serika, dimana negara bagian Hawaii terjadi kebakaran hebat, di negara bagian Alaska justru terjadi banjir yang cukup besar.

Negara-negara lainnya seperti Kolombia, Pakistan, China, Korea Selaran dan India saat ini juga terjadi cukup besar.

"Memang fenomena cuaca dalam setidaknya 1 bulan terakhir. Tidak cuma di tingkat lokal di Indonesia tapi di tingkat global memperlihatkan variabilitas atau tingkat kejadian yang cukup tinggi dengan dampak yang sangat signifikan," kata Abdul.

Di Indonesia sendiri, tercatat dari 14-20 Agustus 2023 telah terjadi 52 kali kejadian bencana yang didominasi karhutla. Meski demikian beberapa wilayah di atas garis khatulistiwa dan khususnya Indonesia bagian barat, masih ada hujan dengan intensitas cukup tinggi.

"Banjir itu terfokus di Sumatera, Sumatera Barat dan Aceh sedangkan di lainnya kita bisa lihat itu rata-rata memang sudah dominan hidrometeorologi kering. Karhutla sudah sangat dominan seperti minggu-minggu sebelumnya, dan kekeringan di Jawa," kata Abdul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.