Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemilih Muda 2024, Ini yang Dibutuhkan Kaum Muda Menurut Survei

📅 Sabtu, 19 Agu 2023, 11:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Oleh karena itu, untuk Pemilu 2024, KPU dan para caleg perlu menyediakan ruang untuk sosialisasi informasi rekam jejak, visi misi dan program parpol beserta para kandidatnya. Mereka juga perlu memastikan media penyampaiannya sesuai dengan kriteria pemilih muda, misalnya melalui media sosial.

Nah, karena periode kampanyenya sangat pendek, yakni dari 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024 atau hanya selama 75 hari, bakal peserta pemilu baiknya sudah mulai mempersiapkan gagasannya dari jauh-jauh hari agar mampu menyampaikan pesannya dengan efektif.

2. Kapan dan di mana harus mencoblos

Selain informasi tentang kandidat, informasi yang juga paling banyak dicari oleh pemilih muda adalah tentang waktu penyelenggaraan pemilu itu sendiri. Hingga kini, masih banyak yang belum tahu kapan, tepatnya hari apa dan tanggal berapa, pemungutan suara dilakukan, di mana mereka bisa mencoblos.

Bahkan banyak pemilih pemula yang masih bertanya-tanya bagaimana caranya memilih ketika sudah berada di bilik suara nanti. Banyak pula dari mereka yang belum tahu apakah mereka terdaftar sebagai pemilih atau tidak.

Itu semua sebenarnya adalah hal-hal teknis yang sangat mendasar yang seharusnya sudah diketahui oleh para pemilih. Artinya, penyelenggara pemilu belum maksimal dalam melakukan sosialisasi.

Ke depannya, perlu ada kerja sama berbagai pihak, termasuk media, organisasi masyarakat sipil, organisasi keagamaan, lembaga akademik, bahkan influencer media sosial untuk menyebarluaskan informasi tentang penyelenggaraan pemilu secara menyeluruh.

Jangan sampai sosialisasi dilakukan ketika waktunya sudah mepet dengan hari pemungutan suara. Dan jangan hanya fokus mendorong anak muda mencoblos di hari H, seperti bekerja sama dengan tenants di mal-mal untuk memberikan diskon pada pembeli yang bisa menunjukkan jari bertintanya. Dorongan dan ajakan persuasif harus dimulai dari sekarang.

Pemilih muda makin kritis

Dalam setiap periode pemilu, hampir selalu ada kecenderungan perubahan dinamika dan tensi politik. Pada Pemilu 2019, misalnya, tensi politik kental dengan polarisasi agama sampai membuat orang memusuhi kerabatnya yang memiliki pilihan politik yang berbeda. Ini kemudian memicu terciptanya ujaran-ujaran kebencian terutama di media sosial.

Untuk Pemilu 2024, tren politik identitas berbasis agama kemungkinan besar akan meredup. Namun ada dua tantangan krusial lain yang akan terjadi.

Pertama adalah sikap apolitis (tidak peduli atau berminat pada politik) kaum muda terhadap politik elektoral.



Para kaum muda zaman sekarang cenderung sangat kritis dalam melihat kebijakan negara. Misalnya, mereka berani maju bersuara menentang Rancangan Undang-Undang (RUU) atau pengesahan UU yang dianggap merugikan masyarakat dan prosesnya tidak melibatkan publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rupiah Rentan Melemah, 3 Agustus 2026

31 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...
Daerah
Menhub Tinjau Langsung Evak...
Luar Negeri
Kekeringan dan Gelombang Pa...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.